ILUSTRASI. Calon penumpang kereta api menghembuskan nafas ke dalam kantong saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode Gajah Mada Electric Nose Covid-19 (GeNose C19) di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Tes GeNose C19 yang sudah diterapkan bagi calon penumpang kereta jarak jauh di delapan stasiun KA itu, rencananya akan diterapkan Kemenhub pada transportasi udara mulai 1 April mendatang. Sementara untuk transportasi laut mulai pekan depan akan diuji cobakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kebijakan Kemenhub itu sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

bongkah.id – Tes kesehatan GeNose akan diterapkan Kementrian Perhubungan (Kemehub) pada transportasi udara mulai 1 April. Selain itu, juga akan diterapkan pada transportasi laut. Kebijakan itu ditetapkan berdasar keberhasilan tes paparan virus Covid-19 itu di delapan stasiun kereta api, dari sebelumnya yang hanya tiga stasiun.

Dalam ujicoba di delapan stasiun KA, calon penumpang KA jarak jauh lebih memilih tes GeNose dibanding tes antigen rapid. Selain biayanya murah, sistem tesnya gampang, tidak menimbulkan rasa sakit, dan hasil tesnya cepat diketahui.

Rencananya sejak 1 April, tes Genose akan diterapkan di semua bandara yang ada di Indonesia. Sementara untuk transportasi laut mulai diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok, akhir minggu ini secara acak (random).

Untuk menjalankan rencana penggunaan alat tes itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menggelar pertemuan dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Demikian pula Menko PMK Muhadjir Effendy serta jajaran dan Peneliti UGM, Selasa (23/2/2021).

Diakui Budi, perluasan penerapan GeNose di dua moda transportasi itu dilakukan setelah pihaknya mencermati penggunaan alat tes itu untuk penumpang jarak jauh di stasiun kereta api. Animo masyarakat untuk menggunakan GeNose sangat bagus dan saat ini para pemangku kepentingan di sektor perhubungan laut dan udara juga menginginkan penggunaan GeNose.

“Karena itu, kami melaporkan kepada Pak Menko tentang rencana itu. Tentunya akan kami lakukan dengan hati-hati,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, penambahan penerapan GeNose di simpul-simpul transportasi diperlukan, sehingga masyarakat mendapatkan akses terhadap alat pendeteksi (screening) Covid-19 yang biayanya lebih terjangkau. Kebijakan itu diharapkan mampu menjadi sarana penetralisir potensi penularan virus corona di transportasi umum.

Selain berkomunikasi dengan para menko, Budi mengatakan, juga sudah meminta Ditjen Perhubungan Udara dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub untuk mempersiapkan mekanisme dan SOP. Sehingga rencana penerapan tes GeNose di transportasi udara dan laut dapat diselenggarakan secara mulus.

Sementara itu, Muhadjir Effendy mengaku, sangat mendukung kehadiran GeNose di simpul-simpul transportasi. Sebab GeNose merupakan produk dalam negeri yang memiliki kelebihan-kelebihan, seperti lebih mudah dan aman penggunaannya. Demikian pula tingkat akurasi alat yang cukup tinggi.

“Semoga ke depannya dapat diproduksi secara massal dan dapat terus dikembangkan, sehingga tingkat akurasinya akan semakin meningkat. Kita akan terus memperbanyak penggunaan GeNose untuk kepentingan pelayanan publik. Tidak hanya untuk perjalanan, tetapi juga bisa digunakan di tempat yang lain yang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini tes GeNose sudah diterapkan di delapan stasiun KA. Yaitu Stasiun Pasar Senen Jakarta, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Gambir Jakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Bandung, Stasiun Pasar Turi Surabaya, Stasiun Cirebon, dan Stasiun Tawang Semarang.

Sejak layanan GeNose dilakukan pada 3 Februari hingga 12 Februari di Stasiun Pasear Senen Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta, menurut dia, tercatat sebanyak 21.530 calon penumpang kereta api jarak jauh memanfaatkan pemeriksaan GeNose. Penumpang kereta api jarak jauh merasa senang dengan pemeriksaan kesehatan menggunakan GeNose.

Daya tarik pemeriksaan GeNose tersebut, karena proses pengambilan sampel cepat, mudah, tidak sakit, dan hasilnya bisa diperoleh dalam waktu singkat. Yang lebih memikat lagi, biaya pemeriksaan GeNose di Stasiun Pasar Senen dan Tugu hanya Rp20 ribu. Biaya sama juga akan diterapkan di enam stasiun lainnya.

Untuk mendapatkan pemeriksaan GeNose C19, penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas. Selanjutnya, selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19. Saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh. Dalam melaksanakan pemeriksaan GeNose penumpang diharuskan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Info selengkapnya terkait layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, pelanggan dapat menghubungi customer service di stasiun. Calon penumpang juga bisa menghubungi contact center KAI melalui telepon di 021-121, whatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, emailcs@kai.id, atau media sosial KAI121. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here