LAYANAN tes kesehatan bebas Covid-19, GeNose C19 sangat diminati calon penumpang KA jarak jauh, tidak hanya biayanya yang murah. Cuma Rp20 ribu. Namun, karena tidak menimbulkan rasa sakit, hasilnya cepat, dan anak-anak pun dapat mengikuti tes GeNose senyampang mampu meniup hembusan nafas sebagaimana syarat sistem deteksi Covid-19 i karya peneliti dari UGM itu.

bongkah.id – Fasilitas pemeriksaan GeNose C19 atau alat deteksi Covid-19 calon penumpang di stasiun wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya mengalami penambahan. Yakni di Stasiun Gubeng dan Malang. Sebelumnya sudah tersedia di Stasiun Pasarturi, Surabaya. Kebijakan sama juga dilakukan KAI Daop 7 Madiun di Stasiun Madiun.

“Penambahan stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 ini merupakan peningkatan pelayanan, yang kami berikan bagi pelanggan dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan kereta api,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Luqman Arif dalam keterangan resminya, Senin (1/3/2021).

Menurut dia, layanan GeNose di Stasiun Surabaya Gubeng dan Malang itu mulai diterapkan pada 28 Februari kemarin. Layanan di Stasiun Surabaya Gubeng mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. Sementara di Stasiun Malang mulai pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB. Biaya layanan di kedua stasiun itu sama dengan stasiun lainnya. Hanya Rp20.000.

Pelaksanaan layanan GeNose C19 ini merupakan aplikasi dari SE Kemenhub No 20 Tahun 2021. Pelanggan kereta api (KA) jarak jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau tes cepat antigen atau RT-PCR, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Hasil pemeriksaan GeNose yang menunjukkan negatif, berlaku 3×24 jam sejak dikeluarkan dan dapat digunakan di seluruh stasiun keberangkatan KA jarak jauh.

Layanan pemeriksaan GeNose C19 merupakan hasil sinergi BUMN antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya Rajawali Nusindo, serta Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Layanan khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, dikatakan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jam keberangkatan. Bagi pelaku perjalanan di bawah umur 5 (lima) tahun tidak diwajibkan tes RT-PCR atau tes GeNose sebagai syarat perjalanan.

Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, tambahnya, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas. Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih). Aturan itu untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Pada saat pelaksanaan, calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh. Diwajibkan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Kewajiban untuk tes sehat dari Covid-19 itu, kebijakan KAI untuk memastikan penumpang yang dapat naik KA, adalah pelanggan yang dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Per 28 Februari 2021, total ada 12 stasiun di Indonesia yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19. Adapun ke-12 stasiun tersebut, yaitu Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solobalapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, dan Malang.

Kendati layanan Genose C19 diminati masyarakat, KAI Daop 8 Surabaya juga masih menyediakan rapid tes antigen. Misalnya di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Malang, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Mojokerto. Biaya tesnya Rp105.000.

“Jadi pelanggan di lima stasiun itu bisa memilih ingin menggunakan layanan rapid test antigen atau GeNose C19. Penambahan penyediaan layanan ini merupakan perwujudan dari dukungan KAI bangga buatan Indonesia,” kata Luqman.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“KAI berkomitmen menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Untuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 pada transportasi kereta api,” ujarnya.

Sementara itu, stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya ada 15 stasiun, terdiri dari stasiun utama dan terbesar, adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota/Semut, Wonokromo, Mojokerto, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Malang, Malang Kotalama, Sidoarjo, Kepanjen, Lawang, Wlingi, dan Bangil.

Pada kesempatan berbeda, Deputy Vice President PT KAI Daop 7 Madiun Endra M Harahap mengatakan, penambahan Stasiun Madiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 merupakan wujud dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah, terkait persyaratan naik KA jarak jauh sesuai SE Kemenhub Nomor 20 Tahun 2021 dan SE Satgas Covid-19 Nomor 7 tahun 2021.

Dikatakan, layanan GeNose di Stasiun Madiun tersedia mulai 28 Februari 2021 pukul 08.00 WIB sampai 19.00 WIB. Biaya tes sama dengan biaya di stasiun lainnya, yakni Rp20.000. Persyaratan mengikuti tes GeNose ini sama dengan peraturan di stasiun lainnya. Hanya diterapkan pada calon penumpang dengan pembuktian tiket kereta atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas..

Selain Stasiun Madiun, ditambahkan, penambahan layanan GeNose C19 mulai per 28 Februari 2021 juga disediakan di tiga stasiun lain, yakni Stasiun Purwokerto, Malang, dan Surabaya Gubeng.

KAI akan menambah layanan GeNose secara bertahap di stasiun lainnya sehingga total akan tersedia di 44 stasiun. Untuk itu KAI akan terus berkoordinasi dengan Rajawali Nusindo serta Universitas Gadjah Mada, guna memastikan kesiapan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun lainnya.

Masyarakat sangat mengapresiasi dengan adanya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun. Sampai dengan 26 Februari 2021, KAI telah melayani 84.794 peserta GeNose C19 di sejumlah stasiun.

“Meski peminat GeNose C19 tinggi, KAI tetap menyediakan rapid test antigen yang tersebar di 45 stasiun,” ujarnya.

Khusus untuk delapan stasiun yang selama ini menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 dan “rapid test” antigen, rata-rata jumlah peserta rapid test antigen sebanyak 683 orang per hari, sementara peserta pemeriksaan GeNose C19 mencapai 4.653 orang per hari. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here