UMAT muslim Turki, khususnya yang tinggal di Istanbul berbodong-bondong datang ke Masjid Hagia Sophia untuk melaksanan Sholat Idul Adha 1441 H, Jumat (31/7/2020). Ini karena Sholat Idul Adha pertama, setlah 86 tahun difungsikan sebagai museum nasional. Jumalahnya diprediksi lebih banyak dari Shalat Jumat pertama, Jumat (24/7/2020).

bongkah.id – Sejarah baru terus digoreskan Situs Hagia Sophia di Istanbul, Turki, setelah beralih fungsi kembali menjadi masjid per 10 Juli 2020. Setelah menggelar Sholat Jumat perdana pada 24 Juli 2020, Masjid Hagia Sophia menggelar Sholat Idul Adha 1441 Hijriah, Jumat (31/7/2020). Momen bersejarah tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi umat Islam, khususnya umat muslim di Turki.

Tak berbeda dengan ajang shalat Jumat pertama, acara Sholat Idul Adha juga dihadiri begitu banyak jamaah. Mereka berdatangan sejak pagi, bahkan ada yang datang mulai Sholat Subuh. Dengan harapan mendapatkan shaf depan saat Sholat Idul Adha. Demikian banyak jumlah jamaah yang datang, sehingga tidak tertampung di dalam masjid. Mereka sholat di halaman berumput masjid. Sementara waktu sholat dilaksanakan sekitar pukul 06.30 waktu Istanbul.

Suasana kemeriahan ini terekam dalam Bloomberg QuickTake News yang diunggah di Youtbe dengan tajuk ‘Eid al-Adha: Turkey’s President Erdogan Takes Part in Prayer at Hagia Sofia‘.

Dikutip dari Dailysabah, lebih dari seratus ribu umat muslim Turki sejak pagi berbondong-bondong mendatangi Masjid Hagia Sophia. Mereka ingin melaksanakan Sholat Idul Adha pertama, setelah 86 tahun berfungsi sebagai museum nasional. Mereka ingin mendengarkan merdunya bacaan surat Al-Quran dari Kepala Kepresidenan Urusan Agama (Diyanet) Ali Erbas, yang sekaligus sebagai khotib.

KENDATI baru pertama kali menyelenggarakan Sholat Idul Adha, setelah 86 tahun berfungsi sebagai museum nasional. Penyelenggaraan shalat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Panitia sholat memberi setiap jamaah sebuah bingkisan, yang berisi masker, sajadah, hand sanitizer, air minum dan makanan ringan untuk disantap setelah sholat.

Walau demikian, penyelenggaraan Sholat Idul Adha pertama tersebut tetap terselenggara dengan protokol kesehatan. Memakai masker dan menjaga jarak shaf (physical distancing). Untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) yang masih mewabah di dunia umumnya dan Turki khususnya.

Sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha, melansir Anadolu Agency, para jamaah mendapat layanan isitimewah dari otoritas setempat. Setiap jamaah mendapatlam sajadah, hand sanitizer, masker, dan air minum gratis. Tidak hanya itu. Sebuah layar raksasa ditempatkan di sudut masjid, agar jamaah dapat melihat khatib membacakan khutbahnya.

Selama sholat berlangsung, mosaik dan lukisan di Hagia Sophia yang menampilkan tokoh-tokoh Kristiani ditutup sementara. Menggunakan tirai. Mekanisme tirai serupa dengan layar penutup di gedung bioskop. Tanpa menggunakan paku dalam pemasangannya. Sistem ini tidak akan merusak nilai sejarah yang ada di dalam bangunan tersebut.

Seusai melaksanakan sholat, terlihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lewat ponsel genggamnya, bertukar salam dan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha dengan para tentara Turki, yang ditempatkan di provinsi tenggara, Sirnak. Menjaga perbatasan dari invasi pasukan asing, atau masuknya imigran gelap. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here