bongkah.id – Minggu yang seharusnya dipenuhi keindahan alam Gunung Bromo berubah menjadi kekecewaan bagi Miss Kanthima J. (54) dan rombongannya dari Thailand.
Saat berwisata pada 15 Februari 2026, tujuh koper berisi kamera, tablet, iPhone, pakaian, dan barang berharga digondol pencuri dari dalam mobil Toyota Hiace yang diparkir tak jauh dari pendopo Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp108 juta.
Peristiwa itu menarik perhatian aparat kepolisian hingga berhasil mengungkap kasusnya.
Dalam konferensi pers di Lobby Mapolres Probolinggo, Selasa (24/2/2026), M. Wahyudin Latif, Kapolres Probolinggo, menjelaskan kronologi penangkapan tiga pelaku pencurian tersebut.
“Peristiwa pencurian terjadi di area parkir pintu masuk Desa Wonotoro, perbatasan dengan Desa Ngadisari. Tiga tersangka telah kami amankan.”
Ia merinci modus para pelaku. Modus operandi yang digunakan komplotan ini adalah merusak kunci pintu mobil Hiace yang digunakan korban, kemudian mengambil barang-barang di dalam kendaraan tersebut.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial AR (34) sebagai eksekutor, ES (46) selaku otak pencurian, dan NF (45) yang mengetahui perencanaan serta membantu menghilangkan barang bukti.
Ironisnya, seluruh barang curian justru tidak sempat dinikmati. Setelah mengetahui polisi mengendus jejak melalui sinyal GPS dari salah satu perangkat elektronik korban, para pelaku panik dan membuang isi koper ke sungai di wilayah Kademangan, Kota Probolinggo.
Meski sebagian koper ditemukan kosong di hulu sungai, barang elektronik lainnya sudah dihancurkan dan dibuang.
Kapolres menambahkan bahwa koper yang ditemukan akan dijadikan barang bukti di persidangan dan kemudian diserahkan kembali kepada korban melalui kedutaan Thailand.
Dampak terhadap Sektor Pariwisata
Kasus pencurian ini tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga pada pelaku usaha pariwisata setempat.
Sejumlah pelaku jasa wisata di kawasan Bromo menyampaikan kekhawatiran atas turunnya pemesanan paket wisata sejak insiden ini viral.
Menurut salah satu pelaku usaha yang diwawancarai media, order wisata mengalami penurunan tajam pasca pemberitaan soal pencurian, karena wisatawan yang kembali ke negaranya cenderung menceritakan pengalaman negatif kepada agen perjalanan dan rekan mereka.
Sedangkan Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, menyatakan bahwa tren kunjungan sejauh ini relatif stabil dan penurunan kunjungan belum bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kasus pencurian, karena sebagian wisatawan sudah memesan paket jauh hari sebelumnya dan ada faktor lain seperti persiapan menjelang bulan puasa.
Data kunjungan dari pintu masuk Cemorolawang menunjukkan angka harian wisatawan domestik dan asing yang bervariasi sepanjang 14–20 Februari 2026, namun tren itu masih dinilai belum mewakili dampak jangka panjang dari insiden ini.
Kepercayaan Wisata
Bagi Miss Kanthima dan rombongannya, liburan ke Bromo yang semestinya menjadi pengalaman tak terlupakan justru berujung pada kehilangan tetapi juga memicu respons cepat aparat penegak hukum.
Kejadian ini menjadi perhatian penting bagi stakeholder pariwisata untuk memperkuat sistem keamanan destinasi wisata internasional demi menjaga citra dan kepercayaan wisatawan terhadap Indonesia. (kim)



























