Pameran agribisnis diikuti Balai Penyuluh Pertanian (BPP) serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Mojokerto

bongkah.id – Pameran agribisnis dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto digelar Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Publikasi dilakukan melalui gelar pameran produk unggulan berbasis agribisnis bertajuk ‘Pertanian Maju, Mandiri, Modern’.

Pameran digelar di lapangan Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (24/11/2022) pagi. Acara diikuti Balai Penyuluh Pertanian (BPP) serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.

ads

Acara pameran produk unggulan berbasis agribisnis juga dirangkai dengan berbagai macam perlombaan. Antara lain lomba stand indah, lomba inovasi produk, lomba tumpeng berbahan dasar jagung, serta ada padi, jagung, kedelai (pajale) Award.

Pada momen itu, Bupati Ikfina Fahmawati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto khususnya para peserta pameran untuk dapat memanfaatkan lahan yang ada di Kabupaten Mojokerto semaksimal mungkin.

“Saya mengajak panjenengan semuanya untuk bersama-sama mensyukuri apa yang kita miliki ini, dengan membuktikan bahwa kita bisa memanfaatkannya dengan baik dengan cara mengembangkan pertanian, peternakan dan perkebunan di Kabupaten Mojokerto semaksimal mungkin,” ucap Ikfina.

Terkait mengembangkan sektor pertanian, Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk terus berupaya dalam mewujudkan pertanian Kabupaten Mojokerto yang maju, mandiri, dan modern.

untuk mewujudkan hal tersebut, Ikfina menilai, para petani harus bisa mengikuti perkembangan dan teknologi pada sektor pertanian, karena melihat iklim saat ini yang tidak bisa diprediksi. Maka para petani harus menyesuaikan dengan segala perubahan tersebut.

“Nah makannya, Dinas Pertanian dan teman-teman para penyuluh Pertanian di BPP masing-masing juga harus lebih dulu bagaimana bisa menyesuaikan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi para petani. Kita sudah bekerjasama dengan banyak pihak itu harus serius,” ucapnya.

Bupati Ikfina juga mengatakan, dalam menggunakan teknologi modern untuk mengelola pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Mojokerto sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hasil tersebut, karena pada saat ini sudah banyak bantuan keuangan desa (BK desa) yang dimanfaatkan untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT).

“Kalau sudah JUT-nya ini beton atau cor-coran, yang lewat itu mestinya  kelasnya kontainer (truk peti kemas), kalau kontainer yang lewat yang masuk ke JUT, maka hasil pertaniannya betul-betul yang berkualitas dan melimpah yang memang cocok diangkut container. Ini harus dipikirkan. Untuk itu kita tidak bisa diam saja harus bekerja keras harus membuat koneksi jejaring,” bebernya.

Selain itu, orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga berharap, dengan diselenggarakan pameran ini, akan semakin mengembangkan program-program pembangunan di bidang pertanian yang bersifat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah di Kabupaten Mojokerto ini kita memiliki variasi produk sangat luar biasa, sehingga produk-produk unggulannya ini ternyata ada spesifikasi di masing-masing wilayah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengharapkan, digelarnya pameran ini dapat meningkatkan daya saing dalam pemasaran.

“Serta meningkatkan kreativitas peserta dalam lomba stand pameran produk unggulan berbasis ini,” pungkasnya.

Diketahui pada pelaksanaan pameran ini, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Mojokerto dijabat Hariyono, Forkompimca Dlanggu, Kepala Desa Kedunglengkong, serta Dewan Juri dari Disperindag Kabupaten Mojokerto, Diskop-UKM Kabupaten Mojokerto, serta SMK Kabupaten Mojokerto.

Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina menyerahkan secara simbolis hadiah kepada para pemenang lomba berbagai kategori yang diadakan. Seperti kategori stand indah, untuk juara pertama diraih Kecamatan Pacet, Juara kedua diraih Kecamatan Kutorejo, dan juara ketiga diperoleh Kecamatan Trowulan.

Pemenang Kategori Inovasi produk, Juara pertama disabet Kecamatan Trawas, juara kedua diraih Kecamatan Dawarblandong, juara ketiga diperoleh Kecamatan Mojosari.

Selain itu, kategori perlombaan tumpeng berbahan dasar jagung, juara pertama diraih  Kecamatan Jatirejo, Juara kedua diraih Kecamatan Puri, serta juara ketiga diraih Kecamatan Kemlagi.

Untuk lomba kategori produktivitas terbaik komoditas padi diraih Kecamatan Pacet, komoditas jagung diraih Kecamatan Trowulan, serta komoditas kedelai diraih  Kecamatan Bangsal. (gie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini