Alumni Stikosa-AWS meliris buku "Kawah Pena Hebat

bongkah.id – Peluncuran buku antologi puisi dan esai  bertajuk Kawah Pena Hebat karya alumni lintas angkatan Stikosa-AWS berlangsung semarak dan penuh makna di Hotel, kawasan Ampel, Surabaya, (15/4/2026)

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Surabaya Imawan Mashuri, dosen sekaligus alumni Zainal Arifin Emka, serta pengajar Siti Andarini.

ads

Hadir pula para penulis dari berbagai angkatan. Sebanyak 40 nama menyumbangkan karya dalam buku setebal 245 halaman tersebut.

Diantara nama yang terlibat dalam penulisan puisi antara lain Amang Mawardi, Ari Buari, Bambang Eko Mei, Buyung Asmono Hadi, Ida Nursanti Nicholas serta Rokimdakas.

Sementara pada bagian catatan atau esai populer, terdapat nama-nama seperti Agus Talino, Sapto Anggoro, Ana Legowo, Diman Abror, Feliana Magda, Nur Hidayah, Maria Andriana hingga Tri Dyah Setyawati.

Dalam sambutannya, Imawan Mashuri menyampaikan apresiasi atas terwujudnya buku antologi ini sebagai bentuk silaturahmi sekaligus produktivitas alumni.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat berkarya, kepekaan sosial, serta integritas sebagai insan komunikasi.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa alumni masih memiliki tanggung jawab terhadap almamater,” ujar Imawan.

Senada, Zainal Arifin Emka menilai penerbitan buku yang memadukan puisi dan esai populer itu sebagai aktualisasi intelektual yang bernilai tinggi.

Menurutnya, karya yang dibukukan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga warisan yang dapat dikenang lintas generasi.

Sementara itu, Siti Andarini mengenang kedisiplinan mahasiswa Stikosa-AWS Kampus Kapasari pada masanya. Meski sebagian besar telah bekerja, mereka tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam mengikuti perkuliahan hingga menghasilkan prestasi akademik yang baik. “Banyak dari mereka kini menjadi sosok hebat,” ungkapnya.

Penggagas penerbitan buku, Kris Mariyono, berharap karya ini menjadi pemantik semangat bagi alumni untuk terus berkarya sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas generasi.

Peluncuran buku semakin meriah dengan penampilan musik keroncong Guyub Rukun serta pertunjukan dalang cilik Jalu Wiwoho yang membawakan lakon “Dalang Hoax”.

Antologi Kawah Pena Hebat menjadi bukti bahwa semangat literasi alumni tetap menyala, melampaui batas waktu dan generasi. (kim)

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini