PEKERJA tengah mengangkut pupuk produksi PT. Petrokimia Gresik.

bongkah.id – Para petani di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, mendapatkan bantuan pupuk organik. Bantuan itu sebagai salah satu cara memaksimalkan produksi padi. Sehingga mendongkrak ketahamam pangan di wilayah setempat, khususnya pada masa panemi Covid-19 yang tidak pasti masa berakhirnya. Bantuan pupuk tersebut akan disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kota Madiun.

“Pembagian pupuk secara gratis tersebut merupakan bantuan demplot atau demonstrasi pertanian yang berasal dari PT Petrokimia Gresik. Sifatnya sebagai stimulan agar para petani memperoleh hasil pertanian yang optimal. Selain itu, juga dalam rangka ketahanan pangan, yakni kita harus berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya pertanian padi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Muntoro Danardono seusai menyerahkan bantuan pada kelompok tani di Kelurahan Klegen, Senin (13/7/2020).

Menurut dia, pupuk yang disalurkan berupa pupuk organik Petroganik, Phonska Plus, ZA, dan Phonska OCA. Bantuan pupuk bersifat demplot itu hendaknya segera dimanfaatkan kelompok tani yang telah menerima, khusunya di Kelurahan Klegen dalam menggarap lahan pertanian yang luasnya mencapai setengah hektare.

“Teknik pemberian pupuk organik tersebut sangat gampang. Tidak ribet. Namun hasil panen yang didapat nantinya mengalami peningkatan pesat,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) PT Petrokimia Gresik wilayah Madiun Fajar Ismail mengatakan, pemberian bantuan pupuk itu sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan petani di daerah. Diharapkan para petani di daerah mampu menghasilkan padi-padi organik, yang lebih memberikan jaminan kesehatan pada masyarakat.

Sementara perwakilan Kelompok Tani Karyamulya, Koyin mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan bantuan pupuk yang diberikan kepada kelompok taninya. Pihaknya berusaha agar hasil panen dapat maksimal.

“Insyaallah bantuan ini akan kami pergunakan semaksimal mungkin sehingga hasil panen bisa berkualitas,” kata Koyin.

Sesuai data BPS Kota Madiun, luas lahan hijau produktif di Kota Madiun saat ini mencapai 901 hektare. Untuk memaksimalkan produksi dan meningkatkan mutu hasil pertanian, Disperta gencar mengedukasi petani agar meningkatkan produksi dengan menerapkan sistem mekanisasi.

Selain itu, Disperta meminta petani untuk menggunakan pupuk dan pestisida secara bijak. Itu untuk mendapatkan hasil panen yang memenuhi standarisasi keamanan konsumsi. Karena itu, Disperta mendorong petani untuk mewujudkan beras sehat. Yakni beras zero pestisida dan bahan kimia. Salah satunya, dengan memanfaatkan pupuk organik. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here