Warga bersama relawan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membersihkan puing-puing rumah warga yang ambruk akibat diterjang banjir bandang di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (12/10/2022).

Bongkah.id – Bencana alam menerjang dua daerah di Jawa Timur, Selasa malam dan Rabu (12/10/2022). Banjir bandang di Kabupaten Trenggalek mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan 4 ribu warga terdampak serta tanah longsor di Kabupaten Pacitan menyebabkan dua orang luka akibat tertimpa material.

Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Watulimo, Trenggalek mengakibatkan 5 rumah warga ambruk. Selain itu, sebanyak 4 ribu warga mengalami rusak ringan hingga berat.

Camat Watulimo, Jati Mustiko mengatakan, tim tanggap darurat mendata sedikitnya 50 rumah yang rusak akibat banjir bandang. Sedangkan 4 ribu warga yang terdampak tersebar di dua dusun, Desa Tasikmadu.

“Dampak banjir ini tersebar di Dusun Tawang dan Tambakan,” kata Jati, Rabu (12/10/2022).

Jati menyebutkan, banjir bandang juga mengakibatkan jalan Prigi dan jalan kampung terimbas. Sedangkan untuk penanganan kedaruratan, pemerintah mengklaim telah menyiapkan strategi secara terstruktur.

Pada tahap awal, pihaknya konsentrasi untuk menormalisasi Sungai Wancir yang menjadi sumber banjir dengan membersihkan seluruh material pepohonan dan sampah yang menyumbat aliran sungai.
Sehingga pada saat terjadi banjir susulan dampak yang ditimbulkan bisa berkurang.

“Kemudian kedua adalah penanganan fasum (fasilitas umum) seperti jalan maupun sekolah, karena ada satu sekolah yang kondisinya perlu pembersihan,” ujarnya.

Proses pembersihan ruas jalan, lanjut dia, masih dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar Trenggalek serta sejumlah relawan kebencanaan. Menurut dia, fasilitas umum dinilai perlu segera ditangani dan berharap akses jalan yang akan kembali lancar dan perekonomian masyarakat bergerak.

“Kami juga mengupayakan dapur umum dan saat ini sudah beroperasi, sehari bisa menyediakan sekitar 5 ribu nasi bungkus,” terang Jati.

Jati menambahkan proses penanganan dampak banjir di perumahan warga akan dilakukan jika suruh fasilitas umum telah teratasi. “Apabila fasum sudah teratasi, kami juga akan merambah ke rumah warga,” tandasnya.

Pada Sabtu (8/10/2022) lalu, Bencana banjir bandang di Kabupaten Trenggalek melanda sedikitnya enam kecamatan. Peristiwa terjadi usai hujan deras dengan intensitas tinggi sejak dua hari terakhir telah menyebabkan sungai-sungai utama di daerah yang dikepung pegunungan tersebut meluap hingga masuk ke pemukiman warga di sekiranya.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana hidrometeorologi tersebut. Namun genangan banjir yang sempat mencapai ketinggian satu meter di sejumlah titik pemukiman tersebut telah memaksa puluhan KK mengungsi sementara sampai air banjir surut.

Baca: Banjir Landa 4 Daerah di Jatim, Jalur Ponorogo-Trenggalek Ditutup

Sementara di Kabupaten Pacitan, tanah longsor terjadi usai hujan deras mengguyur Pacitan. Kejadian ini menyebabkan dua warga Dusun Sundeng, Desa Bangunsari tertimpa material longsoran dan menjalani perawatan di RSUD dr Darsono.

Kedua korban ialah kaka beradik Junianto (37) yang mengalami luka ringan. Dan adiknya Redian Tri Wibowo (18)  menderita patah tulang sehingga harus menjalani operasi.

“Untuk korban yang mengalami luka ringan sudah diperkenankan pulang. Sedangkan untuk yang patah tulang akan menjalani operasi hari Kamis yang akan datang,” ujar Kapolres Pacitan AKBP Wildan Alberd di lokasi kejadian, Rabu (12/10/2022).

Pada kesempatan itu kapolres juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok bagi penghuni rumah yang terkena longsor. Dia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan.

“Jika terjadi hujan deras bagi yang tinggal di dekat tebing sebaiknya mengamankan diri untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Informasi yang dihimpun, musibah itu terjadi saat hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kecamatan Kota. Kakak beradik itu pun bermaksud membersihkan saluran air di belakang rumah. Supaya aliran itu tidak masuk ke dapur.

Tanpa disangka tiba-tiba tebing di atasnya longsor dan mengenai tubuh mereka. Material berupa batu dan tanah yang jatuh itu membuat mereka cedera. Sontak korban Redian berteriak minta tolong.

“Tetangga datang menolong, kemudian kami dibawa ke rumah sakit,” ucap Junianto satu dari 2 korban tertimpa longsoran kepada wartawan.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyebutkan bahwa tingginya curah hujan di Pacitan berkaitan fenomena Gelombang Rossby. Seperti disampaikan BMKG, fenomena alam tersebut meningkatkan kadar air pada awan Cumulonimbus.

Dia mengimbau masyarakat untuk memantau setiap informasi yang disampaikan melalui lembaga resmi. Terkait total kerusakan akibat banjir dan longsor, saat ini pihaknya terus melakukan pendataan.

“Alhamdulillah hujan mulai reda. Beberapa titik genangan sudah mulai surut. Ini teman-teman masih memantau juga melakukan pendataan,” kata mantan Camat Tegalombo itu. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here