Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Bongkah.id – Relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar menuju new normal (kelaziman baru) di DKI Jakarta dan Jawa Timur nampaknya harus dikaji ulang. Hal itu penting dilakukan karena lonjakan kasus positif Covid-19 di dua provinsi itu kian tajam sejak diterapkannya masa transisi menuju new normal.

Penambahan jumlah pasien Covid-19 di dua provinsi itu selalu tercatat paling tinggi se-Indonesia, khususnya Jawa Timur. Pada hari ini, Jumat (12/6/2020) ada tambahan 318 pasien di Jatim dari total 1.111 kasus baru di seluruh daerah.

Jumlah kasus baru tersebut paling tinggi di antara daerah lain. Bahkan angkanya naik dibanding tambahan pada Kamis kemarin yang juga tertinggi, yakni 297 kasus.

Peringkat kedua tetap DKI Jakarta dengan tambahan 93 pasien baru. Disusul Sumatera Utara 88 kasus, Sulawesi Utara 65 kasus belum ada laporan sembuh, Kalimantan Selatan 60 kasus dengan 15 sembuh.

Sebaran Covid-19 secara akumulatif nasional per hari ini mencapai 36.406 pasien.

“Sudah ada 478.953 sampel diperiksa. Adapun akumulasi kasus konfirmasi Covid-19 yang positif adalah sebanyak 1.111 orang, sehingga total menjadi 36.406 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Infografis peta sebaran Covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (12/6/2020).

Yurianto menyebutkan, data kumulatif provinsi dengan kasus positif terbanyak yakni DKI Jakarta 8.740 orang, Jawa Timur 7.421, Jawa Barat 2.572, Sulawesi Selatan 2.582, Jawa Tengah 1.876 kasus.

Kemudian, Kalimantan Selatan 1.694 kasus, Sumatera Selatan 1.304 kasus, Papua 1.197 kasus, Banten 1.157 kasus, Nusa Tenggara Barat 891 kasus, Sumatera  Utara 768 kasus, Bali 695 kasus. Lalu Sumatera Barat 671 kasus, Sulawesi Utara 644 kasus, Kalimantan Tengah 565 kasus, Maluku 387 kasus, Kalimantan Timur 373 kasus.

Berikutnya, Maluku Utara 285 kasus, Sulawesi Tenggara 277 kasus, Kalimantan Barat 267 kasus, Yogyakarta 262 kasus, Kepulauan Riau 238 kasus, Papua Barat 200 kasus. Disusul, 181 kasus, Kalimantan Utara 170 kasus, Sulawesi Tengah 159 kasus, Lampung 153 kasus, Riau 120 kasus Gorontalo, Bangka Belitung 132 kasus, Nusa Tenggara Timur 105 kasus dan Jambi 106 kasus.

Provinsi yang jumlah kasusnya di bawah 100 yakni Bengkulu 95 kasus, Sulawesi Barat 97, terakhir paling sedikit di Provinsi Aceh 22 kasus.

“Untuk sebaran di daerah tingkat II, sebanyak 424 kabupaten dan kotamadya sudah terkena (pandemi corona),” ujar Yurianto.
Sementara jumlah pasien sembuh per hari ini bertambah 577 menjadi 13.213 orang. Sedangkan angka kematian meningkat 48 sehingga 2.048 orang meninggal usai terinfeksi corona. Selain itu pemerintah juga melaporkan adanya 37.508 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.923 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19. (bid)

1 KOMENTAR

  1. Menurut pakar epidemiologi Universitas Airlangga alasan Jawa Timur menjadi episentrum baru pandemi Covid-19 adalah tingginya risiko terinfeksi di Surabaya dikarenakan oleh tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi serta kurangnya penegakan protokol kesehatan dan pengendalian kepatuhan warga yang tidak ketat menjadi salah satu faktor penyebab Jawa Timur menjadi episentrum pandemi covid yang baru, Sumber http://news.unair.ac.id/2020/06/29/pakar-epidemiologi-unair-paparkan-alasan-jawa-timur-menjadi-episentrum-baru-pandemi-covid-19/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here