
bongkah.id — Upaya pelestarian warisan budaya memasuki babak baru.
Salak Heritage Club (SHC) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).
Kesepakatan ini ditandatangani Ketua Umum SHC Hengky Effendi dan Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala, disaksikan sejumlah tokoh, di antaranya Pembina Utama SHC Djoko Sungkono dan Penasihat SHC Mayjen TNI (Purn.) Dr. Markoni.
Kehadiran Sekjen AMKI Dadang Rachnat dan Humas Rendi Herdiana turut menandai dimulainya sinergi kedua pihak.
Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan literasi sejarah dan budaya melalui media konvergensi, yakni integrasi media cetak, radio, televisi, dan platform digital dalam satu ekosistem komunikasi.
Konvergensi media merupakan penyatuan berbagai media tradisional (cetak, radio, televisi) dengan teknologi digital (internet, smartphone, media sosial) dalam satu platform
Selain itu, kolaborasi juga mencakup promosi warisan budaya Nusantara, pengembangan program edukasi berbasis digital, serta pembangunan jejaring nasional antara komunitas budaya dan media.
Hengky Effendi menyebut, langkah ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan heritage sebagai gerakan hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, warisan budaya tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi masa depan bangsa.
Sementara itu, Tundra Meliala menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga narasi sejarah dan identitas nasional.
Ia menilai kolaborasi ini membuka ruang sinergi yang kuat antara dunia media dan komunitas pelestari budaya.
Djoko Sungkono menambahkan, perpaduan kekuatan budaya dan komunikasi publik merupakan langkah visioner untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Melalui kemitraan ini, SHC dan AMKI diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program nasional yang mengangkat nilai heritage, sekaligus memperkuat identitas bangsa di era digital. (kim)



























