SUJUD SYUKUR. Calon Bupati (Cabup) Fandi Achmad Yani (Gus Yani) mengajak seluruh tim pemenangan melakukan sujud syukur di posko kemenangan Dusun Srembi, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jatim, Rabu (9/12/2020) malam. Visualisasi klaim kemenangan itu ditunjukkan, setelah melihat hasil hitung cepat timnya. Dia dan pasangannya, Aminatun Habibah meraih suara dukungan 52 persen atas pesaingnya

bongkah.id – Setelah melihat hasil hitung cepat Pilkada Gresik 2020, calon Bupati (Cabup) Fandi Achmad Yani (Gus Yani) mengajak seluruh tim pemenangan melakukan sujud syukur di posko kemenangan Dusun Srembi, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jatim, Rabu (9/12/2020) malam.

Visualisasi klaim kemenangan itu ditunjukkan, setelah melihat hasil hitung cepat timnya menunjukkan dirinya meraih suara dukungan 52 persen atas pesaingnya

“Melihat hasil hitung cepat itu, Insya-Allah kami menjadi pasangan yang mendapat amanah masyarakat Gresik. Semoga ini menjadi semangat buat kami menuju perubahan agar lebih bermanfaat untuk seluruh masyarakat Gresik,” kata Gus Yani saat dihubungi ponselnya.

Yani bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada para kiai, keluarga dan semua tim pemenangan, relawan dan warga Gresik, serta meminta para pendukungnya untuk berdoa dengan mengirim doa kepada almarhum KH Robbach Masum.

Ketua tim pemenangan NIAT Khoirul Huda mengatakan, hasil hitung cepat dari C1-KWK pasangan NIAT mendapatkan 51,16 persen suara, sementara QA mendapatkan 48,84 persen suara. Dari data tersebut, NIAT mendominasi di sembilan kecamatan dan kalah di sembilan kecamatan. NIAT menang 11.611 suara atau 2,32 persen.

Menanggapi klaim kubu NIAT, Cabup nomor urut 1 Moch. Qosim juga mengklaim, dirinya masih unggul tipis dibandingkan dengan pesaingnya tersebut. Karena itu, dia minta pendukung QA untuk tidak terlalu bergembira secara berlebihan. Prosesnya masih berjalan.

Sedangkan dalam pelaksanaan Pilkada Gresik, sebanyak tujuh orang pemilih di Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harus didatangi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Sehingga tujuh pemilik suara itu dapat melaksanakan hak politiknya.

“Ada tujuh pemilih yang terpaksa kami datangi ke rumah masing-masing menggunakan baju APD lengkap, karena umurnya sudah tua sehingga rawan terhadap penyakit,” kata Ketua KPPS 002 Desa Kemudi, Subki.

Selain itu, penggunaan APD lengkap juga untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Sebab proses pelaksanaan pesta demokrasi berjalan di tengah pandemi COVID-19.

“Rata-rata yang kami datangi dengan APD lengkap, mereka yang sakit dan sudah tua. Kami hanya mematuhi protokol kesehatan saja,” ujarnya.

Sementara total DPT di TPS 002 Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan, sebanyak 471 pemilih, satu di antaranya adalah calon bupati nomor urut 2, Fandi Achmad Yani.

Adapun jumlah total TPS di Kabupaten Gresik sebanyak 2.267 tempat, dari sebelumnya 2.200 tempat. Ada tambahan 67 TPS. Penambahan ini dimaksudkan supaya menghindari membeludaknya pemilih sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Kabupaten Gresik diikuti dua pasangan kandidat. Yaitu paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) yang diusung enam parpol (Partai Golkar dengan raihan 8 kursi, PDI Perjuangan 6 kursi, Partai NasDem 5 kursi, Partai Demokrat 4 kursi, PAN 3 kursi, dan PPP dengan 3 kursi). Paslon lainnya, Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) yang diusung dua parpol (PKB 13 kursi dan Partai Gerindra 8 kursi). (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here