GUBERNUR Jawa timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, Kasdam V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, S.E., dan Bupati Madiun Ahmad Dawami melepaskan 100 ekor Burung Love Bird, dan 75 ekor Burung Perkutut sebagai rangkaian peresmian operasional RS Lapangan khusus pasein Covid-19 di kompleks RSU Dungus (RS Paru) di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (3/2/2021).

bongkah.id – Sudah dua hari ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki Rumah Sakit (RS) Lapangan khusus pasein Covid-19 di kompleks RSU Dungus (RS Paru) di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Sebuah rumah sakit yang dibangun untuk menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Target RS lapangan ini menangi pasien Covid-19 secara cepat, sehingga rantai penyebaran dapat segera terlacak dan diputus.

ads

Rumah sakit dengan kapasitas maksimal 150 tempat tidur itu diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, Kasdam V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, S.E., dan Bupati Madiun Ahmad Dawami pada Rabu (3/2/2021).

Menurut Khofifah, rumah sakit lapangan penanganan COVID-19 di wilayah Dungus, Kecamatan Wungu, tersebut dulunya bekas sanatorium. Atau lokasi rehabilitasi pasien Tuberkulosis (TBC). Selanjutnya mengalami renovasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerah sepiring nasi tumpeng pada Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo dalam rangkaian upacara peresmian operasional RS Lapangan khusus pasein Covid-19 di kompleks RSU Dungus (RS Paru) di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (3/2/2021).

Karena itu, rumah sakit berlokasi di area terbuka. Pun memiliki udara yang sejuk. Lokasinya dikelilingi pepohonan rimbun di lereng Gunung Wilis.

“Suasana keindahan di Dungus ini menjadi bagian penting untuk pasien Covid-19, karena mereka butuh suasana psikologis yang happy dan tenang. Jadi, suasana seperti ini, banyak pepohonan menjadi dukungan untuk percepatan penyembuhan pasien Covid-19,” kata mantan Menteri Sosial ini di sela kegiatan peresmian RS lapangan Dungus di Kabupaten Madiun.

Selain memiliki kapasitas maksimal 150 tempat tidur, dikatakan, ruang perawatan rumah sakit tersebut juga dilengkapi dengan hepafilter, lima unit joglo, tiga rumah limasan, serta ruang High Care Unit (HCU), yang mampu menampung tujuh tempat tidur.

Selain itu, ada fasilitas pendukung seperti command center, ruang radiologi, laboratorium, poliklinik, area jogging track, mushala untuk putra dan putri, serta tempat relaksasi. Bangunan joglo terpisah dari bangunan bagi pasien umum, serta tiap unit terdapat hepafilter, sehingga mengurangi risiko penularan COVID-19.

RS lapangan di Dungus tersebut diproyeksikan mampu memberikan pelayanan percepatan kesembuhan bagi pasien COVID-19. Tidak hanya di wilayah Kabupaten maupun Kota Madiun. Namun juga di wilayah Mataraman, seperti Nganjuk, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Magetan, dan sekitarnya.

Dengan lokasi yang berada di area alam terbuka dan udara yang sejuk, diharapkan, rumah sakit tersebut mampu memberikan terapi psikologis yang membuat pasien Covid-19 lebih tenang dan bahagia. Dengan kondisi psikologis tersebut, berpotensi merangsang imunitas pasien meningkat dan cepat sembuh.

Berbeda dengan dua rumah sakit lapangan Covid-19 Pemprov Jatim yang telah lebih dulu beroperasi. Yakni RS Lapangan di Indrapura Surabaya dan di Ijen Boulevard Kota Malang, rumah sakit lapangan di Dungus memiliki bangunan dan lingkungan alam yang sangat asri.

“Sehingga, rumah sakit tersebut memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif di luar dari kualitas layanannya,” tambahnya.

Khofifah mengakui, peresmian RS lapangan Dungus itu sekaligus menjadi ikhtiar dalam upaya mempercepat layanan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Jatim, terutama di wilayah Madiun Raya dan Mataraman. Apalagi, persentase penambahan kasus aktif di Mataraman, yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Trenggalek pada bulan Januari 2021 cukup tinggi.

“Beberapa daerah di Mataraman juga melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua. Seperti Kabupaten dan Kota Madiun, Ponorogo, Magetan, Trenggalek, serta Nganjuk. Jadi, rumah sakit ini tidak hanya bagi warga Kabupaten dan Kota Madiun saja, tapi juga wilayah lain seperti Magetan, Ngawi, dan Nganjuk yang sempat terkonfirmasi sebagai zona merah pada Januari lalu,” katanya.

Harapan gubernur perempuan pertama di Jatim itu, eksistensi RS lapangan di Dungus itu mampu membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan menurun. Sebuah kondisi yang mampu menciptakan relaksasi sejenak, terutama bagi para tenaga kesehatan (Nakes).

“Saya harap masing-masing di antara kita terus meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan, itu yang penting. Bagaimana yang sehat dijaga supaya tetap sehat. Sementara bagi yang terpapar agar bisa segera mendapatkan layanan agar cepat sembuh,” katanya.

Sebagaimana diketahui, rombongan Gubernur Kofifah, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, dan Kasdam V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, S.E. tiba di RS Lapangan Dungus pukul 11:30 dengan pengawalan ketat. Pun dengan protokol kesehatan ketat.

Peresmian RS lapangan itu ditandai dengan pemotongan pita dan potong tumpeng, serta pelepasan 100 ekor Burung Love Bird, dan 75 ekor Burung Perkutut oleh Forkopimda Jatim. Selanjutnya rombongan melakukan peninjauan RS Lapangan Joglo Dungus, Madiun, Jawa Timur. Antara lain Ruang Radiologi, HCU, dan Joglo/ Low Care Unit (untuk pasien OTG). (ima)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini