Para akademisi dan tokoh politik nasional membedah pidato kebangsaan Ketum Partai NasDem Surya Paloh dalam acara Seminar Bedah Orasi Ilmiah di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Kamis (25/8/2022).

Bongkah.id – Orasi ilmiah Surya Paloh dengan judul “Meneguhkan Kembali Politik Kebangsaan” mendapat apresiasi dari tanggapan positif dari kalangan akademisi dan politisi di Kediri. Pidato kebangsaan itu menyusul gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Sosiologi Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) yang diperoleh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut.

Pidato kebangsaan Surya Paloh dibedah secara ilmiah oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Willy Aditya, Kalangan Akademisi, Dekan Fakultas Hukum Uniska Kediri, Dr. Zainal Arifin, S.S., M.Pd.I,,M.H, dan Praktisi Media, Kurniawan Muhammad. Pandangan para ahli dan ilmuwan tersebut dipaparkan dalam acara Seminar Bedah Orasi Ilmiah di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Kamis (25/8/2022).

ads

Menurut Willy Aditya, politik kebangsaan ini berada pada ranah politik tertinggi berjangka panjang bagi bangsa. Bukan hanya Pemilihan Umum (Pemilu) yang menjadi agenda pesta demokrasi lima tahunan.

“Politik kebangsaan ialah menumbuhkan spirit nasionalisme dan tidak terjebak dalam spirit yang picik,” kata Willy.

Menurutnya, semangat nasionalisme tentu berakar dari Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Republik Indonesia. Maka, semangat politik kebangsaan yang gagas Surya Paloh ialah kehidupan bersama di tengah perbedaan.

Apalagi,menjelang pemilu lima tahunan. Maka diperlukan jaminan untuk tetap hidup bersama dengan tidak terbelah seperti dua kali pemilu sebelumnya.

“Pada akhir-akhir ini yang mana Pemilu, menjadi perbincangan menciptakan siasat dan bermanuver untuk memenangkan kandidat,” tegas Ketua DPP Partai Nasdem wilayah Pemenangan Teretorial Sumbar dan Kepri, ini.

Di lokasi yang sama, Praktisi Media, Kurniawan Muhammad, beranggapan, ia lebih menyikapi peran media sosial (medsos) yang harus di antisipasi dalam keamanan global. Karena, contoh riil dari penyebaran medsos mempunyai penggaruh besar mempengaruhi keamanan global.

“Kita bisa belajar dari kasus Tunisia bakar diri di lapangan dan Mesir, hingga meruntuhkan ketahanan negara. Dari sini, media sosial mampu menjadi penggalang kekuatan. Rincianya, terdapat 175,4 juta  pengguna internet dan mengalami kenaikan yang siginikan,” kata Kurniawan.

Dari jumlah tersebut, kata Kurniawan, 160 juta merupakan pengguna aktif dan 59 persen penduduk Indonesia, khususnya medsos, Youtobe, Whatssap, FB, Instagram dan Twitter.

“Dari sinilah peran media sosial yang harus disikapi dan peran media sebagai media kontrol” ucapnya.

Hal berbeda, dikatakan Zainal Arifin, orasi politik kebangsaan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dinilai bagus. Karena, wacana orasi tersebut membahas tentang bagaimana bangsa Indonesia ke depan.

Orasi tersebut, kata Zainal, dapat mengulang kembali pemikiran untuk menyelamatkan bangsa Indonesia, sehingga tidak ada lagi politik berbentuk kebencian dan kedengkian.

“Ini yang merupakan lompatan ketika ketua partai politik menggagas bangsa ke depan itu untuk mempersatukan Indonesia, ” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Kediri, Adi Suwono, mengatakan, pihaknya akan selalu siap memfasilitasi kegiatan tersebut dan akan meneruskan politik kebangsaan di tingkat pengurus dan masyarakat. (bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini