Bongkah.id – Respon maraknya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendorong keluarga korban hingga sejumlah aktivis perempuan dan anak melakukan aksi.
Tak hanya aktivis perempuan dan anak, aksi itu juga dilakukan bersama dengan sejumlah massa yang tergabung dalam aliansi warga Sebani, tampak pula beberapa anggota keluarga korban pemerkosaan dan pembunuhan Putri Regita Amanda (19)
Dilokasi, para pendemo membawa sejumlah poster dukungan untuk Putri yang jadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Selain sejumlah aktivis, beberapa keluarga korban Putri juga hadir dalam kegiatan itu.
“Saya berharap para pelaku dihukum sesuai dengan peraturan yang ada, hukum seberat-beratnya,” ungkap keluarga korban, Aris Gemanti, Selasa (25/2/2025).
Perwakilan aksi, Ana Abdillah, mengatakan, aksi damai itu dilakukan memang sebagai bentuk dukungan kepada Putri yang jadi korban femisida.
“Jombang tidak lagi aman. Angka kriminalitas yang terjadi sangat mengerikan, ini juga aksi solidaritas dari warga Sebani, karena ada anak remaja yang diperkosa kemudian dibuang ke sungai hingga meninggal dunia,” ungkap perempuan yang merupakan Direktur Womens Crisis Center (WCC) Jombang.
Aksi ini bertujuan untuk meningkatkan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta menciptakan ruang aman di seluruh wilayah Jombang.
“Aksi ini juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan dan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan,” kata dia.
Ana juga menyebut, selain penegakan hukum yang harus dilakukan dengan proporsional kepada para pelaku, aspek pemulihan kepada korban dan keluarganya juga harus diperhatikan.
“Kami juga mendesak untuk aspek pemulihan kepada keluarga korban juga ditegakkan,” pungkasnya. (ima/sip)