Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji.

Bongkah.id – Polres Kediri Kota merespon cepat video viral di media sosial yang menampilkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri terlibat cekcok dengan dua pria tak dikenal di jalan raya. Insiden ini melibatkan tembakan peringatan ke udara yang dilepaskan oleh Kajari untuk membela diri dan keluarganya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji membenarkan kejadian tersebut. “Peristiwa ini terjadi pada Senin, 23 Desember 2024, pukul 20.00 WIB, di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Mobil plat merah yang dikendarai Bapak Kajari beserta keluarganya diteriaki oleh dua pria tak dikenal yang berboncengan motor,” ujar Bramastyo, pada Selasa (24/12/2024)

ads

Menurutnya, insiden bermula ketika Kajari bersama keluarga selesai makan malam. Saat melintas di Jalan Imam Bonjol, kendaraan mereka berhenti di lampu merah. Kedua pria tersebut kemudian mendekati mobil, satu menggedor pintu dan yang lain menghadang di depan kendaraan.

“Motif kedua pria tak dikenal ini masih kami dalami. Namun, patut diduga mereka melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang mengancam Bapak Kajari dan keluarganya. Demi melindungi keluarga, Bapak Kajari melepaskan tembakan peringatan ke udara,” jelasnya.

Penggunaan Senjata Api Berizin

Kapolres juga menjelaskan bahwa senjata api yang digunakan oleh Kajari adalah senjata berizin sesuai Peraturan Pemerintah (Perpu) 2022 tentang Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api.

“Bapak Kajari memiliki izin khusus penggunaan senjata api yang masih berlaku hingga 2025. Tembakan peringatan dilepaskan untuk menurunkan moril pelaku kejahatan, dengan tetap memperhatikan keselamatan,” tambah Bramastyo.

Saat ini, Polres Kediri Kota sedang mendalami motif kedua pelaku. “Kami masih memeriksa pelaku untuk mengetahui alasan tindakan mereka. Kajari juga mencium aroma alkohol dari pelaku saat insiden terjadi, namun ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Respon Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Iwan Nurzuardhi, turut membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedua pria tersebut memang mengikuti kendaraan plat merah yang dikendarai oleh Kajari.

“Dari video yang beredar, jelas terlihat bahwa mereka sudah mengikuti kendaraan sebelum insiden terjadi. Motif dari tindakan tersebut akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Polres Kediri Kota,” ujar Iwan.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Kediri Kota masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi dan motif kejadian. (wan/sip)

80

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini