Ilustrasi para pencari kerja.

Bongkah.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerapkan sejumlah strategi untuk mengurangi jumlah pengangguran yang telah menembus angka 13,4 juta angkatan kerja. Selain kartu prakerja, memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendirikan perseroan terbatas (PT) adalah taktik yang dilakukan pemerintah.

Kemenko Bidang Perekonomian merinci, jumlah pengangguran terdiri dari 6,9 juta orang yang sudah tidak pekerjaan sejak sebelum pandemi, plus 3,5 juta angkatan kerja yang terdampak pandemi. Serta pengangguran 3 juta angkatan kerja baru yaitu lulusan SMA-SMK dan perguruan tinggi.

“Program kartu prakerja adalah langkah awal untuk mengurangi pengangguran. Sekitar 5,6 juta peserta mendapatkan pelatihan dan bantuan semi bansos Rp 2,4 juta dari program itu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kompas Talk Bersama KAGAMA: Strategi Indonesia Keluar dari Pandemi, Sabtu (24/10/2020).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Pemerintah berharap dari program kartu prakerja ini, para pengangguran bisa bertransformasi menjadi pengusaha UMKM. Selanjutnya, UMKM ini bisa berkembang lebih mudah karena saat ini sudah ada UU Cipta Kerja.

“Kalau dulu di Singapura orang bisa membuat perusahaan 1 dolar company, maka sekarang di Indonesia juga bisa karena modal tidak dibatasi. Dulu UMKM memerlukan banyak perizinan agar bisa memiliki PT sendiri, sekarang UMKM bisa membuat PT dengan modal yang tidak dibatasi.

Tidak hanya, itu pendaftaran PT tersebut juga akan dianggap sebagai izin resmi sehingga bisa digunakan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan.

“Bisa digunakan untuk mengakses sistem perbankan. Maka bisa akses ke KUR yang tahun ini dianggarkan sampai Rp 190 triliun, dan sampai Desember enggak bayar bunga karena bunga ditanggung pemerintah,” katanya.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Februari 2020 lalu, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 juta orang. Angka tersebut didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Lulusan SMK menyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan mencapai 8,49%. Namun, perkembangan tren pengangguran lulusan SMK mengalami penurunan dari tahun 2018 mencapai 8,92% , turun menjadi 8,63%  pada Februari 2019.

“Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49%,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Sementara berdasar provinsi penymbang pengangguran terbanyak berada di Banten, sebanyak 8,01%. Disusul Jawa Barat 7,69%, Maluku 7,69% dan DKI Jakarta di posisi ketiga mencapai 4,93%.

“Jumlah pengganguran yang terendah di Bali, 1,21,” kata Suhariyanto.

Adapun jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 0,15%. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here