Prosesi pengambiulan air dari salah satu sumber petirtaan suci di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bongkah.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) mengambil air dari tujuh sumber petirtaan yang akan disatukan dan digunakan sebagai basuhan dalam prosesi hari jadi daerah ke-1219. Penyatuan itu memiliki makna filosofi sebagai doa kepada Yang Maha Kuasa agar Kabupaten Kediri senantiasa mendapat pertolongan.

Pertolongan dari Tuhan dilambangkan dengan angka tujuh (sumber mata air) yang dalam filosofi Jawa berarti Pitulungan. Adapun ketujuh sumber mata air ini dinamakan Tirta Suci atau air suci.

ads

“Tujuh itu supaya mendapatkan pitulungan. Pitu (tujuh) itu diartikan pitulangane Gusti Allah,” kata Ketua DK4, Imam Mubarok, Kamis (23/3/2023).

Imam menyebutkan, air merupakan  sumber kehidupan. Dengan pengambilan air di tempat-tempat suci ini dulunya dijadikan sebagai sarana bagi para pendahulu untuk berwasilah kepada Yang Maha Kuasa.

“Dimana (dulunya) para suci, menjadikan wasilah untuk nyenyuwun (berdoa) pada Yang Maha Kuasa,” terangnya.

Adapun tujuh mata air yang diambil adalah dari Sumber Ubalan, Bedug, Makam Gus Miek (KH. Hamim Tohari Djazuli), dan Sumber Kembangan, Sumber Drajad Surowono, Sumber Tirto Kamandanu, serta sodetan Dhawuhan Kali Harinjing. Pengambilan di7 tempat itu akan dilaksanakan selama tiga hari yakni pada 20, 21, serta 24 Maret 2023.

“Di hari terakhir akan diambil dari sodetan air yang ditandai dengan Prasasti Harinjing dimana kata Kadiri pertama kali disebut,” ungkap Imam.

Imam Mubarok menambahkan, setelah ketujuh air ini terkumpul kemudian akan disatukan. Penyatuan ini, lanjutnya, melambangkan kekuatan yang bersatu dan bersinergi seperti tema hari jadi Kabupaten Kediri di tahun ini yaitu Sahitya Adhikara Budhaya atau Bersinergi Membangun Kediri Berbudaya.

“Memiliki harapan dan filosofi menjadi bagian dari elemen kekuatan yang bersatu dan menjadi air yang suci,” tutur Imam.

Selanjutnya,  Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito akan menggunakan tirta suci tersebut untuk membasuh saat prosesi hari jadi Kabupaten Kediri ke-1219. Pihaknya berharap setiap langkah yang dilakukan oleh Pemkab Kediri di usia yang lebih dari satu milenium ini akan berdampak positif pada masyarakat.

“Semoga di hari jadi yang ke-1219 ini Kabupaten Kediri diberikan keselamatan, kesejahteraan kepada rakyatnya,” pungkasnya. (ani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini