De Gea Dituding Sumber Kegagalan Red Devils Taklukan Spurs
Kiper The Red Devils David De Gea

by Prima Sp Vardhana
bongkah.id – Selama berkarier sebagai kiper Timnas Spanyol Junior dan Senior, tim Atletico B (2008-09), tim Atletico Madrid (2009-11), serta tim Manchester United (2011-2019), David de Gea Quintana tak pernah dijadikan “kambing hitam” kegagalan tim mendulang kemenangan di lapangan.

Namun, tidak demikian yang dialami pasca hasil imbang 1-1, saat Manchester United melawat ke markas Tottenham Hotspur, Sabtu (20/06/2020) dini hari WIB.

Alumni Akademi Klub Atletico Madrid ini ditudinh sebagai sumber kegagalan Red Devils membukukan poin dalam pertarungan pekan ke-30 Liga Inggris itu. Menaklukan tuan rumah Spurs untuk masuk empat besar musim 2019-2020.

Dalam duel tandang itu, De Gea dipercaya pelatih Ole Gunnar Solskjaer tampil sebagai starter. Namun, kiper asal Spanyol itu tidak mampu menjawab kepercayaan Solskjaer. Untuk tampil gemilang, seperti duel-duel sebelumnya.

Kiper dengan tinggi 192 cm itu, dituding penyebab Spurs unggul lebih dulu, 1-0. Ia tampil tidak cermat. Membaca arah bola tendangan Steven Bergwijn, yang membuat gawang MU bergetar pada menit ke-27.

Mantan kiper Atletico Madrid itu, sebenarnya berada di posisi yang tepat, saat Bergwijn menusuk ke kotak penalti MU. Gol Bergwijn yang bermula dari kesalahan pemain belakang MU itu, sebenarnya mengenai tangan Dea Gea. Namun, tepisan De Gea tidak sempurna. Membuat bola tetap masuk ke gawang The Red Devils.

Beruntung buat De Gea, kesalahan itu tak membuat MU kehilangan 3 poin di laga tersebut. Kiper berusia 29 itu harus berterima kasih pada Bruno Fernandes, yang menghindarkan MU dari kekalahan. Berkat gol dari titik penalti pada menit ke-81.

Penalti didapat MU, setelah bek Spurs Eric Dier melanggar pemain pengganti Paul Pogba di kotak penalti. Fernandes yang maju sebagai eksekutor, tidak menyia-yiakan kesempatan. Membobol gawang Hugo Lloris, yang tampil apik di laga ini.

PINGIN NONJOK

Salah satu yang tidak bisa menutupi kekecewaan, atas kegagalan MU di kandang Spurs adalah legenda  MU  Roy Keane. Ia sangat prihatin dan kecewa melihat penampilan De Gea, yang tidak seperti penampilan pada duel-duel sebelumnya.

Saking kecewanya, bahkan Keane mengaku ingin menonjok De Gea. Pendapat itu dilontarkan, setelah De Gea gagal membendung tendangan keras winger Spurs, Steven Bergwijn di pertengahan babak pertama.

“Saya muak sampai mati dengan kiper ini. Saya akan bertengkar dengannya pada jeda pertandingan. Dia tidak bisa lolos dari itu. Saya akan menonjok orang ini,” ujar Keane seperti dilansir Sky Sports.

Ditambahkan, “Ini penyelamatan standar bagi seorang kiper langganan timnas. Saya bingung setengah mati. Jika saya Ole [Red. Gunnar Solskjaer], saya akan buat beberapa perubahan. Mengeluarkan beberapa pemain termasuk de Gea”.

Selain De Gea, Keane juga kecewa dengan performa Harry Maguire.
Dinilainya tak tamp secara fokus. Larut dalam strategi pemain Spurs, sehingga beberapa kali kehilangan kesempatan mema faatkan peluang mencetak gol.

Sementara pelatih Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer membela De Gea. Ia dan menyerang balik legenda MU, Roy Keane yang memberikan kritik keras pada kiper asal Spanyol tersebut.

Solskjaer menganggap Keane sebagai teman dekat. Namun ia menunjukkan posisinya sebagai manajer, yang harus melindungi pemain-pemain di bawah arahannya.

“Roy adalah gelandang yang hebat. Dia teman baik saya. Namun saya yakin, dia juga tidak bisa menghentikan itu, meski itu bukan poin yang tentu bakal dibicarakan,” katanya.

“David kecewa dengan hal itu namun bola berubah di udara,” tambah Solskjaer seperti dikutip Daily Mail.

Solskjaer lalu menunjukkan, bahwa De Gea secara keseluruhan tetap tampil bagus di laga tersebut. Permainan tim reaksinya sangat bagus. De Gea punya penyelamatan bagus. Penyelamatan itu membuat MU setidaknya bisa berharap pada laga selanjutnya.

Kendati mendapat tambahan satu poin di markas Spurs, tapi MU gagal masuk zona empat besar Liga Inggris. Setan Merah masih tetap berada di posisi kelima klasemen sementara.

Saat ini MU terpaut 2 poin dari Chelsea, yang menempati batas akhir zona Liga Champions. Jarak itu bakal melebar menjadi 5 poin jika Chelsea mampu mengalahkan Aston Villa, Minggu (22/06/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here