KLOPP SULAP LIVERPOOL JADI RAJA INGG
SIKAP kasih sayang Klopp pada para pemain Liverpool, seperti yang dilakukan pada Mohammad Salah yang melahirkan kekompakan tim

bongkah.id – Saat pertama dikontrak pada 2015 sebagai manajer, Jurgen Norbert Klopp berjanji akan menghadirkan gelar juara Premiere League (Liga Inggris) buat Liverpool. Sebuah obsesi yang mengundang tertawa sinis. Sebuah janji yang sulit dipenuhi, seperti yang dialami para manajer The Reds sebelumnya.

Bagaimana tidak, fakta membuktikan. Liverpool terakhir merebut predikat juara pada 30 tahun silam. Predikat yang dikoleksi ke-18 kalinya. Pada tahun 1989-1990. Saat kompetisi masih bertitel Liga Inggris Divisi Satu.

Sementara Klopp memenuhi janjinya. Mengantarkan The Reds sebagai juara Liga Inggris pada musim 2019-2020. Predikat juara yang pertama saat Liga Inggris, bertitel Premier League (Liga Utama Inggris).

Menariknya, tangan dingin Klopp menghantar klub berusia 128 tahun itu, mengoleksi predikat juara secara unik. Berbeda dengan prestasi yang didulang klub-klub Liga Inggris lainnya.

Liverpool era Klopp justru lebih dulu merebut trofi Liga Champions musim 2018-2019. Disusul Piala Dunia Antarklub 2019 dan Piala Super UEFA 2019. Selanjutnya menuntaskan misinya. Membawa Liverpool menjadi juara Premiere League musim 2019-2020.

Tidak hanya itu, Klopp juga sukses membawa Liverpool ke final Liga Champions dua tahun beruntun. Tahun 2018 dan 2019, dengan hasil satu gelar juara pada musim lalu. Di babak final, Liverpool menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0.

Setelah sukses di Liga Champions, Liverpool era Klopp melanjutkan performa terbaiknya. Memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Liverpool mengalahkan Chelsea dalam drama adu penalti untuk merebut Piala Super Eropa dengan skor 5-4, setelah di waktu normal skor imbang 2-2.

Sedangkan di Piala Dunia Antarklub, Liverpool merebut predikat juara. Mengalahkan klub Brasil Flamengo dengan skor tipis 1-0 pada akhir tahun 2019 lalu.

Sukses memenangkan Premiere League musim ini, sesungguhnya sudah dibuktikan pada musim 2018-2019. Menjadi tim yang solid dan konsisten. The Reds mengakhiri musim dengan catatan 97 poin, namun secara menyakitkan gagal jadi juara Liga Inggris. Ini karena Manchester City juga tampil konsisten. Mengakhiri musim dengan keunggulan satu poin atas The Reds.

Penantian Liverpool era Klopp untuk jadi juara Liga Inggris, akhirnya dituntaskan di musim ini. The Reds seolah tak mau mengulangi kesalahan musim lalu. Berusaha tampil maksimal dari awal hingga akhir kompetisi.

Keberhasilan Liverpool jadi juara Premiere League musim ini, secara prestise Klopp telah membawa The Reds jadi juara di kompetisi domestik, benua, dan tingkat dunia. Sebuah prestasi yang mengusik kekagumam peta sepakbola Eropa. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here