ratusan siswa dan santri di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu soto ayam MBG yang disediakan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi.

bongkah.id – Telur ayam rebus yang tersaji dalam menu soto ayam Program Makan Bergizi (MBG) kini menjadi perhatian utama Pemkab Mojokerto Jawa Timur. Dari komponen sederhana itulah, dugaan keracunan massal mendera 411 orang, mengubah makan siang gratis menjadi pengalaman pahit bagi ratusan pelajar dan keluarga mereka.

Pemkab Mojokerto menelusuri kemungkinan telur rebus tersebut berada dalam kondisi kurang higienis saat diolah dan disajikan. Hasil pemeriksaan dan penyelidikan sementara menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara telur dalam menu MBG dengan gejala keracunan yang dialami ratusan korban.

ads

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, dampak keracunan tidak hanya dirasakan para pelajar di sekolah dan santri di pondok, tetapi juga merembet ke rumah-rumah warga. Beberapa anggota keluarga ikut sakit setelah mencicipi sisa makanan.

“Karena ada juga korban yang hanya mencicipi telurnya saja. Kan menunya soto ayam, tinggal sedikit telur dimakan ibunya. Akhirnya adiknya, kakaknya, ibunya juga kena,” ujar Bupati.

Untuk memastikan penyebab kejadian, Pemkab Mojokerto bersama Dinas Kesehatan, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Labkesda Kabupaten Mojokerto, serta tim gabungan ahli gizi melakukan asesmen pada Kamis malam (15/1/2026).

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan kepada para penerima.

Menurut Al Barra, keracunan massal ini diduga dipicu sejumlah faktor. Salah satunya berkaitan penyimpanan bahan makanan. “Bisa jadi penyimpanan telurnya, karena penyimpanan itu harus suhunya minus lima derajat supaya awet. Nah, kemarin waktu ke sana suhunya kurang dari minus lima,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa dan santri di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu soto ayam MBG yang disediakan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi.

Makanan tersebut didistribusikan pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Gejala mulai dirasakan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi (10/1/2026). Anak-anak mengeluh pusing dan mual, sebagian muntah dan diare, sementara orang tua berjaga semalaman di sisi tempat tidur.

Pemkab Mojokerto mencatat jumlah korban mencapai 411 orang. Hingga Kamis malam (15/1/2026), dua korban masih menjalani perawatan inap.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, selama proses investigasi berlangsung.

Dapur MBG yang beroperasi sejak 22 September 2025 itu setiap hari memproduksi 2.679 porsi makanan bergizi gratis untuk 22 sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari.

Kini, sebutir telur ayam bukan sekadar pelengkap soto. Ia menjadi pengingat bahwa di balik program besar pemenuhan gizi anak, ketelitian pada detail kecil menentukan keselamatan banyak orang. (anto)

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini