bongkah.id – Dini hari belum sepenuhnya menutup mata kota. Jalan Bypass, Kecamatan Magersari, Mojokerto, yang biasanya lengang pada pukul satu lewat seperempat, justru menyimpan kegelisahan. Di bawah lampu jalan yang temaram, segerombolan remaja berkumpul dengan deru sepeda motor dan gelagat yang mencurigakan.
Namun malam itu, rencana tak sempat menjelma menjadi kekerasan. Berkat kesigapan masyarakat yang melapor melalui layanan 110 Polri dan Nomor Sanjang Kapolres Mojokerto Kota, serta patroli rutin Cipta Kondisi (Cipkon), Polres Mojokerto Kota berhasil menggagalkan rencana konvoi dan tawuran remaja, Jumat (16/01/2026) sekitar pukul 01.15 WIB.
Laporan warga menjadi penanda awal. Pleton Patroli Cipkon bergerak cepat, memecah sunyi malam menuju titik yang dilaporkan. Patroli ini tidak sekadar rutinitas, melainkan wujud kehadiran negara di jam-jam paling rawan, ketika emosi muda sering kali lebih lantang daripada nalar.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memimpin patroli. Kehadirannya di lapangan menjadi simbol ketegasan sekaligus kehati-hatian—bahwa pencegahan lebih utama daripada penyesalan.
Di lokasi, petugas mendapati para remaja berkumpul di badan jalan, bersama belasan sepeda motor. Pemeriksaan di tempat mengungkap fakta yang mengkhawatirkan: pecahan botol kaca, benda sederhana yang bisa berubah menjadi senjata berbahaya, diduga telah dipersiapkan untuk tawuran.
Tak ada ruang bagi risiko. Demi mencegah jatuhnya korban dan terganggunya ketertiban umum, seluruh remaja beserta barang bukti segera diamankan dan dibawa ke Mako Polres Mojokerto Kota untuk pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut. Malam itu, potensi kekerasan dipatahkan sebelum sempat meledak.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi konvoi liar maupun tawuran yang membahayakan keselamatan masyarakat dan para remaja itu sendiri,” tegas AKBP Herdiawan.
Patroli Cipkon, lanjutnya, akan terus diintensifkan, terutama pada malam hingga dini hari—waktu ketika kota membutuhkan penjagaan ekstra.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tak memilih diam. “Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti dengan cepat demi menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
Peristiwa dini hari itu menjadi pengingat: keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi hasil sinergi antara polisi dan warga. Ketika laporan cepat bertemu patroli yang sigap, kota pun terjaga. Mojokerto kembali tenang, dan malam berlalu tanpa luka. (joe/anto)




























