Bongkah.id – KA (42) Pria asal Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang ditemukan tewas dalam kondisi berlumuran darah di lorong kamar mandi merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Hal ini diungkapkan oleh Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan, saat dimintai keterangan, Jumat (15/11/2024).
“Korban mengidap sakit ODGJ, berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar rumah dia hidup sebatang kara dan sering melukai diri sendiri, warga juga selalu mengigatkannya,” ujarnya.
Selain mengumpulkan keterangan dari warga sekitar, polisi juga menemukan bukti buku cek kesehatan jiwa milik korban.
“Diketahui ODGJ itu dikutkan juga dengan adanya keterangan tertulis, setiap bulan korban menjalani perawatan, cek kesehatan jiwa,” jelasnya.
Meski begitu, polisi hingga kini masih mendalami kasus tersebut, dengan melakukan tes DNA agar mengetahui siapa pemegang pisau yang sebenarnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Jadi adanya dugaan pembunuhan, masih di dalami oleh rekan rekan Reskrim. Dari hasil visum, ada kemungkinan bunuh diri, tapi masih perlu pendalaman melalui pemeriksaan labfor dan melakukan tes DNA untuk mengetahui siapa pemegang pisau,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, KA (42) Pria asal Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang ditemukan tewas dalam kondisi berlumuran darah di lorong kamar mandi.
Kepala Dusun Penampan, Basuki Rahmad menjelaskan, penemuan mayat berinisial KA (42) yang diketahui hidup sebatang kara itu, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (14/11/2024).
“Saya awalnya dikabari kakak iparnya itu, posisi memang sudah tergeletak meninggal dunia waktu saya ke sana kemarin,” kata Basuki, Jum’at (15/11/2024).
Pada saat ditemukan, Basuki mengaku kondisi korban tergeletak dalam kondisi bersimbah darah. “Posisinya di lorong depan kamar mandi, ada luka di leher dan ada darah tercecer di tubuh sama lantai,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sumobito Iptu Bagus Tejo Purnomo menyebut, korban memang ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah.
“Kondisinya saat ditemukan sudah meninggal. Korban ditemukan terlentang di lorong dapur depan kamar mandi,” katanya.
Lebih lanjut ia juga memastikan, di bagian tubuh korban ditemukan luka pada bagian leher. Selain itu juga ada penemuan senjata tajam yang lokasinya tak jauh dari tubuh korban. “Ditemukan luka di bagian leher juga ada pisau di kaki sebelah kiri,” ujarnya.
Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi telah mengevakuasi jasad korban ke RSUD Jombang untuk dilakukan visum et repertum.
“Penyebab kematian belum dipastikan, kita menunggu hasil visum. Namun sebagai barangbukti diamankan tadi pisau dapur, sprei dan bantal yang ada bercak darah dan dingklik (kursi kecil) yang juga ada bercak darahnya,” pungkasnya. (ima/rf)