SERI Huawei Mate 40 mendatang akan ditenagai chip Kirin 5nm seri baru, Kirin 9000. Komponen-komponen ini tidak hanya akan diproduksi menggunakan proses 5nm baru, tapi juga akan memiliki tenaga yang lebih kuat.

bongkah.id – Perusahaan elektrotik Huawei buktikan tidak membutuhkan OS Android milik Google. Fakta itu akan ditunjukkan dengan menawarkan ponsel berbasis HarmonyOS mulai tahun 2021 mendatang. Pabrikan ponsel dan peralatan jaringan asal China itu sesumbar akan kembali membanjiri dunia dengan ponsel produk terbarunya itu.

“Selama ini Huawei diam atas tekanan Pemerintah AS, sekadar untuk menghormati kolega bisnis yang ada di AS. Saat ini kami sudah memproduksi smartphone yang menjalankan HarmonyOS. Namun Huawei harus menunggu kesepakatan dengan Google yang belum selesai. Bukan berarti kami tidak memiliki harapan yang tinggi untuk HarmonyOS di masa mendatang,” kata CEO Grup Konsumen Huawei, Richard Yu sebagaimana dilansir MyFixGuide, Selasa (8/9/2020).

HarmonyOS yang akan diusung smarphone Huawei, Menurut Eksekutif raksasa Shenzhen itu,  didasarkan pada mikrokernel yang memungkinkan digunakan pada berbagai perangkat seperti speaker pintar, tablet, jam tangan pintar, komputer, mobil, dan smartphone. Huawei juga mencatat HarmonyOS akan berfungsi pada perangkat yang dilengkapi dengan RAM jumlah kecil. Juga, yang membutuhkan memori ratusan gigabyte. Sementara ini, HarmonyOS sudah tersedia untuk konsumen di televisi.

Ditkatakan, mulai tahun 2021 Huawei akan mengirimkan handset pertamanya yang didukung oleh HarmonyOS. Apa yang memicu pengumuman oleh eksekutif lama Huawei ini adalah kabar, perusahaan berencana memperkenalkan versi kedua HarmonyOS pada Kamis (10/9/2020) selama HDC Developers Conference 2020.

Beberapa perangkat baru yang diberdayakan oleh sistem operasi segera diumumkan. Tahun ini Huawei mengungkapkan, jam tangan pintar barunya akan digerakkan oleh HarmonyOS.

Sebelumnya, Yu, mengatakan, seri Huawei Mate 40 mendatang akan ditenagai chip Kirin 5nm seri baru, Kirin 9000. Komponen-komponen ini tidak hanya akan diproduksi menggunakan proses 5nm baru, tapi juga akan memiliki tenaga yang lebih kuat.

Kemampuan 5G dan AI, CPU, dan GPU. Tetapi aturan ekspor baru yang diberlakukan oleh AS mencegah pabrikan pengecoran prosesor mengirimkan chip ke Huawei yang dibuat menggunakan teknologi Amerika.

“Sayangnya, di bawah sanksi Amerika Serikat, TSMC hanya menerima pesanan sebelum tanggal 15 September. Pada 15 September, TSMC tidak akan dapat memproduksi chip untuk Huawei. Jadi Kirin 9000 mungkin merupakan generasi terakhir Huawei Kirin high- chip akhir,” ujarnya.

Untuk diketahui, Huawei adalah pelanggan terbesar kedua TSMC setelah Apple pada tahun lalu. Namun, pengecoran individu terbesar di dunia tidak akan diizinkan untuk mengirim ke pabrikan China, setelah 14 September. Hingga tanggal itu, TSMC dilaporkan menjalankan jalur perakitannya selama 24 jam sehari. Memproduksi sebanyak mungkin chip hingga tidak diizinkan untuk dikirim ke Huawei.

Pabrik pengecoran terbesar di China, SMIC, bukanlah pengganti yang layak. Ini karena merupakan beberapa node proses di belakang TSMC. Desainer chip Mediatek dilaporkan telah meminta izin mengembangkan chip mutakhir untuk Huawei. Tampaknya tidak mungkin mendapatkan izin dari AS. Sebab Mediatek mengandalkan TSMC untuk memproduksi chipnya. Selain itu, pejabat administrasi di AS telah mengeluh tentang kemampuan Huawei. Menghindari larangan Daftar Entitas.

Sikap perlawanan Huawei terhadap larangan Pemerintah AS dengan memproduksi HarmonyOS itu, berawal dari sikap Departemen Perdagangan AS. Melarang Huawei mendapat pasokan piranti gadget dari perusahaan pernik gadget yang ada di wilayah AS. Strategi licik untuk membunuh kejayaan Huawei itu, merangsangnya bergegas mencari sumber baru. Menggantikan semua piranti untuk gadget produksinya.

Satu pemasok di Amerika yang terkena imbas larangan tersebut adalah Google. Mendapat tekanan pemerintah AS untuk tidak mengirimkan versi Layanan Seluler Google Android ke Huawei. Meskipun tidak masalah di China, karena sebagian besar aplikasi Android Google memang dilarang. Namun, merek tidak dapat melengkapi model internasionalnya dengan ekosistem Google. Kondisi itu membuat pabrikan berpotensi kehilangan penjualan.

Pada Agustus 2019, Huawei mengumumkan telah mengembangkan sistem operasi (OS) baru bernama Harmony. Banyak yang beranggapan sistem operasi baru ini segera digunakan Huawei untuk menggantikan Android. Ternyata tidak demikian. Huawei menunda sampai tahun 2021. Menyelesaikan perjanjian bisnis dulu dengan Google, sehingga tidak melahirkan gugatan hukum saat HarmonyOS mulai mewarnai pasaran smarphone dunia, khususnya smarphone yang diproduksi oleh pabrikan di China. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here