TINGKAT paparan infeksi Presiden AS Donald Trump, memang tidak terkonfirmasi secara transparan. Namun para pengamat berspekulasi jika infeksi Covid-19 yang dialami cukup serius. Apalagi dia sudah berusia 74 tahun. Rentang usia penderita di dunia, yang banyak mengalami kematian.

bongkah.id – Donald Trump agak pendiam. Ragam komentarnya yang tidak mencerminkan kecerdasan Presiden Amerika Serikat, agak berkurang. Semua itu terjadi sejak Kamis (1/10/2020), statusnya dinyatakan positif Covid-19. Nasib sama juga disandang istrinya, Ibu Negara Melania Trump.

Status positif Covid-19 dari Trump dan Melania diketahui publik, lewat unggahannya di Twitter. Trump mengumumkan: “Malam ini, saya dan @FLOTUS (akun Twitter resmi Melania, red) terkonfirmasi positif COVID-19. Kami akan menjalani karantina dan pemulihan secepatnya”.

Suami istri itu kini menjalani masa karantina. Pun perawatan kelas VIP. Selama 14 hari. Dia menjalani pemeriksaan dan masa karantina sejak Kamis (1/10), setelah penasihat seniornya, Hope Hicks dilaporkan positif terinfeksi penyakit menular itu.

Hicks kerap berpergian mendampingi presiden di pesawat kepresidenan Air Force One, bersama para penasihat presiden lain. Rombongan itu sempat mengunjungi Ohio untuk menghadiri debat calon presiden pertama pada Selasa (29/9). Dilanjutkan ke Minnesota untuk kampanye pada Rabu (30/9).

DALAM kondisi terpapar Covid-19 dengan usia yang sudah 74 tahun, maka banyak HOAX bertebaran. Salah satunya HOAX tentang Trump yang meninggal dengan memanfaatkan serial televisi “The Simpson”.

Gedung Putih mengatakan, Presiden Trump, para penasihatnya dan pegawai kantor Kepresidenan telah mendapatkan pemeriksaan Covid-19 secara rutin.

Tingkat paparan infeksi Trump, memang tidak terkonfirmasi secara transparan. Namun para pengamat berspekulasi jika infeksi Corona yang dialami cukup serius. Apalagi dia sudah berusia 74 tahun. Rentang usia penderita di dunia, yang banyak mengalami kematian.

Spekulasi terkait tingkat infeksi Trump itu berdasar proses perawatan, yang tidak seperti biasanya. Dia kini dipindahkan ke kamar khusus, di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland.

Menurut juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany, pemindahan tersebut sebagai langkah antisipasi. Namun Trump tetap dalam kondisi semangat. Gejala yang diderita juga terkategori ringan. Sehingga masih  bertugas sepanjang hari, seperti biasanya.

“Atas rekomendasi ahli medis dan dokternya, Presiden akan bertugas dari kantor kepresidenan di Walter Reed selama beberapa hari ke depan,” ujarnya seperti dilansir Reuters.

Dr. Sean Conley selaku dokter Presiden AS, mendesak dilakukannya perawatan khusus, sehingga Trump dapat segera mendapat perawatan jika diperlukan.

Dalam perawatan tersebut, Conley mengatakan, Trump menerima dosis antibodi ganda Regeneron Pharmaceuticals melalui intravena. Juga mengonsumsi suplemen zinc, vitamin D, famotidine, melatonin serta aspirin.

Dr. Sean Conley mengatakan, saat ini Trump masih merasa lelah. Namun, dia bersemangat. Kondisi itu didapat usai diberi pengobatan campuran antibodi eksperimental Covid-19.

Sebagaimana diketahui, obat Regeneron, REGN-COV2, merupakan bagian dari kelas obat Covid-19 eksperimental yang dikenal sebagai antibodi monoklonal. Yakni salinan buatan antibodi manusia terhadap virus, yang sedang diteliti untuk digunakan pada pasien dengan penyakit awal.

Teknik tersebut telah digunakan secara luas untuk mengobati berbagai penyakit. Sejauh ini, data untuk antibodi Covid-19 sangat terbatas. Namun, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Dr. Anthony Fauci menyebutkan, teknik tersebut menjanjikan.

Regeneron pekan ini melaporkan hasil uji klinis yang membuktikan, obat antibodi buatannya tampak mengobati gejala pada pasien rawat jalan Covid-19. Pun tanpa efek samping yang serius.

Regeneron juga mengatakan, berencana membahas izin penggunaan darurat antibodi tersebut dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here