Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono menunjukkan sejumlah titik penyekatan di Jawa Timur.

Bongkah.id – Pos penyekatan di wilayah Jawa Timur telah siap beroperasi. Selain titik sekat utama di tujuh rayon, operasi terkait larangan mudik Lebaran juga disiagakan di jalur-jalur tikus yang sering dilintasi pemudik.

Kesiapsiagaan Operasi Ketupat 2021 ini dipastikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono saat mengecek langsung pos penyekatan di Surabaya. Istiono mengaku, berdasarkan hasil pengecekan, pos pendukung digelarnya Operasi Ketupat di Surabaya sudah sangat siap.

ads

“Pos-pos di Polda Jatim, tadi juga sudah kita cek titik-titik penyekatan yang dibangun sudah all out. Baik personelnya, sarana prasarana, cara bertindak di lapangannya, dan koordinasi dengan lintas sektoral sangat bagus,” kata Istiono, di Bundaran Mal City of Tomorrow (Cito) atau Bundaran Waru, Surabaya, Kamis (29/4/2021).

Kakorlantas juga telah melakukan pengecekan di sejumlah pos-pos penyekatan terkait larangan mudik di sejumlah daerah. Menurutnya, sarana dan prasana sudah dibangun dan personel juga sudah disiapkan untuk berjaga di lapangan.

“Tadi sudah kami cek titik-titik penyekatan yang dibangun sudah all out, baik personelnya, sarana prasarana dan cara bertindak di lapangan serta koordinasi dengan lintas sektoral sangat bagus. Antisipasi operasi ini telah digodok mereka,” ujar Istiono.

Terkait jalan-jalan tikus yang mungkin saja dimanfaatkan pemudik untuk kembali ke kampung halaman, pihaknya telah melakukan antisipasi. Operasi Ketupat ini akan berlangsung pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

“Jalur tikus itu sudah diantisipasi oleh para Kapolres jajaran. Bila masuk PPKM mikro itulah yang menentukan. Dia aktif mengecek RT-RW siapa yang mudik dicek, dites antigen gratis” kata Istiono.

Ia meminta, seluruh masyarakat untuk memahami bahwa saat ini pandemi COVID-19 belum usai. Karena itu ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam upaya mencegah penularan virus corona, salah satunya dengan mengikuti larangan pemerintah untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri 2021.

“Jika nanti ada peningkatan (kasus COVID-19), harus segera kami ambil langkah-langkah cepat di lapangan. Kami harapkan kesadaran masyarakat, ini penting,” kata Istiono.

Kakorlantas menekankan kepada jajarannya yang nanti bertugas menjaga pintu penyekatan maupun pos-pos penjagaan saat Operasi Ketupat dilangsungkan. Petugas juga diminta untuk mengedepankan tindakan persuasif yang humanis karena operasi ini merupakan operasi kemanusiaan.

“Saya sampaikan Operasi Ketupat 2021 adalah operasi kemanusiaan, tindakan di lapangan adalah persuasif humanis. Bagi pemudik yang melakukan mudik harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh adendum Satgas COVID-19,” ujarnya.

Jika ada warga yang positif langsung dimasukkan ke RS atau isolasi mandiri. “Itu yang kami dorong untuk kesiapsiagaan. Jajaran siap masker, siap antigen gratis untuk mengecek orang yang berusaha menerobos atau sudah datang duluan,” kata Istiono.

Adapun bila terdapat warga yang masuk ke suatu wilayah untuk mendatangi keluarga yang sakit atau meninggal dunia, harus menunjukkan surat dari kelurahan masing-masing.

“Oh enggak ada masalah, itu harus ada izin khusus dari atasannya. Dari kelurahan, desa, dari rumah sakit setempat, silakan mendahului untuk hal-hal yang sifatnya kemanusiaan,” tegasnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini