Tim SAR mengevakuasi Yusuf, pendaki yang tewas saat mendaki Gunung Lawu bersama 114 orang jamaah spiritual dari Ponpes Mambong, Banyu Biru, Salatiga, Jawa Tengah, Senin (28/2/2022).

Bongkah.id – Seorang pendaki asal Tangerang, Banten, meninggal dunia akibat serangan hawa dingin ekstrim (hipotermia) di Gunung Lawu, perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Korban mendaki bersama rombongan 114 orang lain dari jamaah spiritual Pondok Pesantren Mambong, Banyu Biru, Salatiga, Jateng, yang hendak melakukan ritual di puncak Lawu, Minggu (27/2/2022).

Rombongan ini mendaki Gunung Lawu untuk melakukan ritual doa-doa di puncak gunung yang terletak di perbatasan Magetan, Jawa Timur dengan Karanganyar, Jawa Tengah.  Salah satu peserta, Yusuf (40) diduga tak kuat menahan hawa dingin saat perjalanan menuju puncak hingga meninggal di pos 4 Cemara Kandang.

ads

Menurut Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, korban bersama rombongannya memulai pendakian pada Sabtu (26/2/2022) sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan berjumlah 100 orang mendaki puncak Gunung Lawu melalui pintu Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar.

“Rombongan ini berjumlah 115 pendaki, katanya mau ritual. Saat perjalanan menuju puncak, sekitar pukul 15.20 WIB korban terjebak hujan antara pos 3 sampai 4. Satu pendaki diduga kelelahan karena drop dan kedinginan, sehingga dievakuasi ke warung Pak Robert di Pos 4,” ujar Heru.

Baca: Ritual Anggota Padepokan di Pantai Selatan Jember Tewaskan 11 Orang

Rekan-rekan berusaha memberikan pertolongan saat melihat Yusuf terserang Hiportemia. Termasuk membuat api agar korban menjadi hangat, tetapi usaha itu tidak membuahkan hasil.

Sehari kemudian, Minggu (27/2/2022) pukul 19.30 WIB rekan korban yang baru selesai ritual menjemput Yusuf untuk turun ke Cemoro Kandang. Namun kondisi korban yang belum fit tak mampu berjalan turun gunung sehingga rekan korban minta bantuan ke tim SAR untuk membantu proses evakuasi.

“Mendapat informasi tersebut kami memerintahkan koordinator Pos SAR Surakarta Arif Sugiarto untuk memberangkatkan 1 tim rescue guna melaksanakan evakusi,” kata Heru.

Evakusi tim SAR gabungan berangkat naik dari Base Camp Cemoro Kandang menuju pos 4 dengan ketinggian sekitar 3.100 MDPL pada Senin (28/2/2022).  Sekitar pukul 06.00 WIB tim gabungan mendapati korban dalam keadaan sudah lemah.

Koordinator Pos Jaga Basarnas Surakarta, Arief Sugiyarto SH (52) mengatakan pihaknya sudah berupaya melakukan pertolongan dan evakuasi dengan cepat. Namun nyawa korban tak tertolong karena kondisinya yang sudah lemah.

“Tim SAR gabungan mengevakusi korban dari pos 4 menuju Base Camp Cemoro Kandang memakan waktu kurang lebih 6 jam. Sedangkan kondisi korban sudah terlalu lama kedinginan sehingga tak bisa terselamatkan,” ungkap Arif.

Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kemudian dipulangkan ke kediaman korban di Tangerang. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini