Ulat kandang yang dibudidayakan Mahfud, warga Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Rabu (23/11/2022).

Bongkah.id – Usaha budidaya Ulat Kandang di Jombang, Jawa Timur, mengalami pasang surut. Meski harga saat ini cukup melambung mencapai Rp 220 ribu per 50 kilogram, tetapi angka tersebut belum bisa sepenuhnya mengimbangi kebutuhan pakan. 

Mahfud (50), salah satu pembudidaya sudah merasakan fluktuasi harga polar sejak menggeluti usaha ini 12 tahun silam. Pria asal Dusun/Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang membudidaya ulat kandang sejak 12 tahun silam.

ads

Ia mengaku telah membudidaya ulat kandang selama 12 tahun lamanya, ia mengaku saat itu harga antara pakan dan hasil ulat yang ia budidaya masih seimbang.

“Ternak ulat kandang sudah lebih dari 12 tahun, kalau dulu harga pakan bahan dasar imbang, dengan harga ulat,” ujarnya pada Rabu (23/11/2022).

Mahfud mengatakan, harga pakan mulai naik semenjak adanya wabah covid-19, kenaikan harga pakan sangat naik drastis.

“Naik semenjak Corona (Covid-19), bulan kemarin Rp 180 ribu per 50kg sekarang Rp 220 ribu per 50kg,” jelasnya.

Sementara harga jual ulat hanya Rp 20 ribu saja per kilogramnya. Menurut Mahfud, haga tersebut tidak seimbang dengan harga pakannya.

“Penjualan hasil ulat kandang ini per kilogramnya hanya dipatok Rp 20 ribu, jadi tidak imbang dengan pakan,” bebernya.

Saat ini, Mahfud membudidayakan ulat sebanyak 1.000 kotak. Sehari-harinya, ia hanya bisa memanen ulat sebanyak kurang lebih 40 kotak.

“Total semua 1.000 kotak, untuk panen perhari rata-rata sampai 40 kotak saja,” pungkasnya. (ima)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini