Bongkah.id – Mudik lebaran sudah menjadi tradisi mayoritas penduduk di Indonesia, untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman setelah lama ditinggal merantau.
Namun, tahukah kalian jika tradisi mudik sudah ada sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam.
Menurut keterangan ahli sejarah, mudik sudah ada sejak zaman dahulu meski belum diketahui sejak kapan tradisi ini dimulai.
Akan tetapi para ahli sejarah meyakini mudik sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan Mataram Islam.
Kala itu, wilayah kekuasaan Majapahit terbentang luas hingga Semenanjung Malaka dan Sri Lanka.
Untuk menjaga kekuasaannya, kerajaan menempatkan para petingginya di masing-masing wilayahnya. Lalu, pada suatu masa, pihak kerajaan memanggil para petingginya untuk pulang kampung dan menghadap raja.
Para ahli mengaitkan fenomena ini sebagai mudik. Aktivitas serupa juga dilakukan oleh Kerajaan Mataram Islam. Para pejabat kerajaan yang bertugas di daerah kekuasaan, pulang kampung saat Idul Fitri dan menghadap pimpinan.
Tradisi mudik juga tidak hanya ada di Indonesia, di negara Malaysia meski namanya bukan mudik tapi balik kampung.
Sama halnya dengan Indonesia, warga yang merantau ke kota, akan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Lebaran.
Selain itu, China juga punya tradisi mudik. Para perantau biasanya akan pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China.
Tradisi pulang kampung pun juga ada di India. Menjelang perayaan Deepavali (Diwali), warga India berbondong-bondong mudik. (sip)