Trio pemimpin tertinggi di Pemprov Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah), Wagub Emil Elistianto Dardak (kanan) dan Plh Sekdaprov Heru Tjahjono (kiri) yang dilaporkan ke Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran prokes dan gratifikasi.

Bongkah.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ikut terseret kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada pesta ulang tahun yang dilaporkan ke Polda Jatim. Ia menyatakan siap memberikan keterangan kepada penyidik terkait acara tersebut. Lalu bagaimana dengan Gubernur Khofifah Indara Parawansa?

Emil menyatakan, seluruh jajaran pejabat Pemprov Jawa Timur wajib menghormati proses hukum. Termasuk memenuhi panggilan penyidik Polda.

ads

”Pemprov sudah memastikan bahwa seluruh proses terkait yang berlangsung di Polda kita hormati sebaik-baiknya,” kata Emil usai mendampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Selasa (25/5/2021).

Ia menegaskan, akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk membuat kasus dugaan protokol kesehatan pada acara pesta ultah Gubernur Khofifah menjadi terang benderang. Sehingga meredakan keresahan dan polemik di masyarakat.

“Saya rasa kita dari Pemprov akan memberi informasi yang sefaktual dan sevalid mungkin kepada pihak terkait. Jadi ini terus dikoordinasikan dan mengikuti apa yang jadi arahan dari rekan di pemprov yang memastikan dan seusai, maksudnya apa yang sedang ditindaklanjuti di polda,” kata Emil.

Emil mengambil hikmah dari peristiwa pesta ultah yang mengundang kecaman masyarakat tersebut karena informasi yang beredar tidak komprehensif. Mantan Bupati Trenggalek itu mengaku akan lebih mawas diri pada setiap ucapan dan tindakannya.

”Pada era yang seperti ini, informasi bergerak cepat. Tetapi harus kita sikapi dengan penuh kerendahan hati dan mawas diri, kira-kira begitu,” ujarnya.

Beberapa elemen masyarakat melaporkan trio Gubernur Khofifah, Wagub Emil Dardak dan Plh Sekdaprov Heru Tjahjono ke Polda Jatim. Mereka dilaporkan melanggar sejumlah peraturan, mulai protokol kesehatan sampai dugaan tindak pidana korupsi (gratifikasi) pada perayaan ultah Khofifah ke-56 di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (19/5/2021) malam.

Baca: Anggaran Pemda Rp 194 Triliun Mangkrak di Bank, Tertinggi di Jatim

Atas pelaporan itu, Emil siap diperiksa Polda. Lantas bagaimana dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa selaku tokoh utama dalam acara tasyakuran ultah tersebut?

Pada hari ini, orang nomor satu di Jawa Timur itu terkesan mengabaikan gelombang aksi masyarakat dari lintas elemen yang melaporkannya ke Polda Jatim, Senin (24/5/2021) kemarin.

Disemprot Warganet, Khofifah Sibuk Pamer Ikan Besar

Pada hari ini,  Khofifah malah sibuk memamerkan Ikan Malong berukuran besar. Khofifah mengunggah foto dirinya sedang mengangkat sendiri seekor ikan malong berukuran besar saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo.

Meski tampilannya menyeramkan karena merupakan predator,” tulis Khofifah pada keterangan foto yang diunggah di Instagramnya, Selasa (25/5/2021).

Namun gelembung atau isi perut ikan ini dihargai sangat mahal di luar negeri sana mencapai lebih dari 60 juta per kilogram.”

Lewat unggahan tersebut, Khofifah ingin menginformasikan bahwa ikan malong memiliki banyak manfaat untuk manusia. Menariknya, dalam foto tersebut nampak Khofifah ditemani beberapa orang yang memakai masker tetapi tidak saling menjaga jarak.

“Isi perut ikan ini digunakan untuk medis dan makanan yang dipercaya memiliki banyak khasiat untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan mengobati penyakit tertentu,” tulisnya.

Unggahan ini langsung diserbu tanggapan warganet. Kebanyakan memberikan komentar miring.

Kok menimbulkan kerumunan lagi si bu,” tulis @rezadewantara12.

Netizen terus menyinggung soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di acara ulang tahunnya pekan lalu.

Jangan cuma kegiatan ginian yang diupload, perayaan ultahnya juga dong Bu,” tulis @lilisfatmwati.

Ada pula yang yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Khofifah untuk menyindirnya.

Bu saya kok enggak diundang di perayaan hepi besde-nya ibu. Padahal saya udah rapid antigen,” tulis @angga1981pribadi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran pejabat terasnya menggelar pesta ulang tahun ke-56 di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (19/5/2021) malam. Acara tersebut viral di media sosial lewat rekaman video amatir hingga memancing kecaman masyarakat karena menimbulkan kerumunan.

Dalam narasi video, disebutkan bahwa pesta dimeriahkan oleh musisi Katon Bagaskara dan rekan bandnya. Tamu yang hadir, nampak bergerombol sembari bernyanyi bersama.

Baca: Gubernur dan Wagub Jatim Gelar Pesta Ultah yang Picu Kerumunan

Sementara Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono buru-buru pasang badan. Ia menyebut, gubernur dan wagub sebelumnya tidak tahu apa-apa soal pesta ultah itu. Ia mengaku, acara itu digelar atas inisiatifnya bersama sejumlah kepala organisas perangkat daerah (OPD) sebagai kejutan untuk  atasannya, Khofifah Indar Parawansa.

“Idenya dari saya. Ibu Gubernur pun tidak tahu kalau kami membuat acara seperti ini, karena surprise,” kata Heru di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (21/5/2021).

Baca: Sekda Pemprov Jatim Akui Inisiator Pesta Ultah Gubernur Khofifah

Khofifah sendiri telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait kontroversi kegiatan yang dimaksudkan untuk kepentingan pribadinya itu. Dalam rilis resmi, Khofifah menyebut berita soal kerumunan dalam pesta ultahnya yang viral agak melenceng dari fakta dan obyektif yang terjadi di lokasi.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa. Penjelasan ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi,” demikian pesan Khofifah. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini