Patung "Wanita yang Tak Pernah Melakukan Apa Pun” karya José Luis Fernández dipajang di Kota Zaragoza Spanyol.

bongkah.id – Di sebuah sudut Kota Zaragoza Spanyol berdiri patung seorang perempuan yang membuat siapa pun berhenti sejenak. Tubuhnya membungkuk, punggungnya dipenuhi tumpukan mesin cuci, ember, sapu, dan peralatan rumah tangga. Di kedua tangannya menggenggam anak-anaknya.

‎Judul patung ini ironis sekaligus menyentil: La Mujer Que Nunca Hizo Nada — Wanita yang Tidak Pernah Melakukan Apa Pun.

‎Patung karya José Luis Fernández ini justru berbicara tentang kerja yang paling nyata, paling melelahkan, namun paling sering dihapus dari pengakuan sosial, yaitu kerja perawatan dan kerja domestik.

‎Kritik Tajam

‎Tidak ada heroisme berlebihan dalam pose patung ini. Tidak ada dada dibusungkan. Yang ada hanyalah punggung yang menahan beban dan langkah yang tetap bergerak demi orang lain.

‎Fernández dengan cerdas memilih bahasa visual yang jujur. Benda-benda yang ditumpuk di punggung perempuan itu bukan simbol abstrak, melainkan alat sehari-hari — mesin cuci, sapu, ember — benda yang akrab, namun jarang dihargai.

‎Ia seakan ingin berkata: inilah kerja yang menopang rumah tangga dan masyarakat, tetapi sering dianggap “bukan apa-apa” karena tak berupah dan tak tercatat dalam statistik ekonomi.

‎Judul patung ini adalah kritik sosial yang tajam. “Tidak melakukan apa pun” adalah label yang kerap disematkan pada ibu rumah tangga dan pekerja perawatan.

‎Padahal, tanpa kerja yang dianggap tak ada ini, tidak akan ada keluarga yang berjalan, tidak ada generasi yang tumbuh, dan tidak ada kehidupan sosial yang stabil. Patung ini menantang cara kita mendefinisikan kerja dan nilai manusia.

‎Kekuatan karya ini terletak pada kesunyiannya. Ia tidak memerintah penonton untuk merasa iba atau marah. Ia hanya berdiri, membiarkan setiap orang membaca dengan pengalaman masing-masing.

‎Banyak orang melihat ibu mereka. Banyak perempuan melihat diri mereka sendiri. Banyak pula yang mungkin untuk pertama kalinya, menyadari beban yang selama ini tak terlihat.

‎Di ruang publik Zaragoza, patung ini menjadi pengingat bahwa yang menopang dunia sering kali adalah kerja yang tak disebut namanya.

‎Perempuan dalam patung itu mungkin disebut “tidak pernah melakukan apa pun” tetapi justru darinyalah segalanya berjalan. Di sanalah ironi itu bekerja paling keras, paling jujur. (kim)

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini