Westlife, group vokalis asal Irlandia, siap tampil di Surabaya.

bongkah.id – Ada konser yang dirancang untuk riuh, ada pula yang dicipta untuk didengar perlahan. Pada Minggu (8/2/2026), Surabaya akan jadi tuan rumah untuk konser musik jenis yang kedua, tanpa menghentak, tanpa desak-desakan, tanpa teriakan yang saling bersahutan.

Westlife, grup vokal legendaris asal Irlandia itu, akan hadir dalam format fully seated dengan balutan orkestra, di Graha Unesa, kompleks kampus Unesa, Jalan Citra Raya Unesa, Lidah Wetan, Surabaya.

ads

Konser Westlife – A Gala Evening in Surabaya – menjanjikan pengalaman musikal yang tenang, hangat, dan penuh perasaan. Konser di Surabaya ini menjadi bagian dari rangkaian tur 2026 Asia Westlife, namun dikemas secara beda. Bukan sekadar konser pop, melainkan sebuah gala musikal.

Ia akan tampil bersama String Orchestra Surabaya, aransemen musik klasik yang akan memperluas napas lagu-lagu ikonis Westlife, memberi lapisan emosi yang lebih dalam tanpa kehilangan karakter aslinya mereka.

Pilihan format fully seated bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan penataan artistik untuk konser musik lintas generasi. Setiap kursi menjadi tempat berdiam, mendengar, dan merasakan lagu-lagu mereka yang jujur, lembut, romantis, dan akrab.

Antusiasme publik terhadap konser ini tercermin dari penjualan tiket yang cepat. Kategori Silver dan Gold dilaporkan telah habis terjual sejak awal penjualan.

Tiket tersedia dalam beberapa kelas, mulai dari Silver hingga VVIP, dengan seluruh kursi telah ditata bernomor untuk menjaga kenyamanan dan eksklusivitas pengalaman menonton. Penjualan tiket melalui Loket.com dan situs resmi westlifesurabaya.com.

Tiket konser untuk kategori VVIP dijual seharga Rp 3,2 juta, VIP Rp 2,9 juta, Platinum Rp 2,5 juta, Gold Rp 1,8 juta, dan Silver Rp 1,2 juta. Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya administrasi.

Selama lebih dari dua dekade, lagu-lagu Westlife telah menjadi latar bagi berbagai fase kehidupan. Ia menemani cinta yang tumbuh, perpisahan yang sunyi, dan harapan yang tak selalu terucap.

Dalam konser ini, lagu-lagu Westlife tidak sekadar dibawakan ulang, tetapi dihadirkan kembali sebagai pengalaman kolektif yang hangat dan penuh nostalgia.

Dengan lagu-lagu hits seperti My Love, Flying Without Wings, dan If I Let You Go, konser ini bukan sekadar nostalgia. Ia adalah perayaan keindahan melodi dan waktu yang berjalan pelan pada sebuah malam di mana musik tidak diminta untuk berteriak, melainkan untuk tinggal lebih lama di ingatan. (anto)

3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini