Terik asia dan kicuit kerbau, jenis burung yang ikut bermigrasi dari Rusia dan China ke Kediri.

bongkah.id — Hamparan persawahan dan lahan basah di Kabupaten Kediri kembali menjadi persinggahan burung-burung migran lintas benua.

Sejak akhir tahun hingga awal Januari, ratusan burung yang berasal dari kawasan Rusia, China, dan Asia Timur terpantau singgah untuk mencari makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka.

ads

Fenomena ini merupakan peristiwa alam tahunan yang terjadi setiap musim dingin di belahan bumi utara.

Wilayah Kediri berada di jalur migrasi East Asian–Australasian Flyway, salah satu lintasan migrasi burung terbesar di dunia yang menghubungkan Asia Timur dengan kawasan tropis, termasuk Indonesia.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Wilayah I Kediri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perburuan terhadap burung-burung tersebut.

Sebagian besar burung migran yang singgah merupakan satwa liar yang dilindungi dan hanya berada di Kediri dalam waktu sementara.

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi BBKSDA Jawa Timur Wilayah I Kediri, Ahmad David Kurnia Putra, mengatakan burung-burung migran datang untuk bertahan dari cuaca ekstrem di negara asalnya.

“Mereka hanya singgah sementara untuk mencari makan dan beristirahat. Kami mengimbau masyarakat tidak menangkap atau memburu, baik untuk konsumsi maupun hobi,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan BBKSDA, beberapa jenis burung migran yang kerap ditemukan di wilayah Kediri antara lain terik Asia (Glareola maldivarum), trinil semak (Tringa glareola), trinil pantai (Actitis hypoleucos), layang-layang Asia (Hirundo rustica), kicuit kerbau (Motacilla tschutschensis), serta jenis berkik yang aktif mencari serangga di lahan terbuka.

Selain itu, di area perairan dan lahan basah juga dijumpai cerek kernyut (Pluvialis fulva) dan cerek kalung kecil (Charadrius dubius).

Keberadaan burung-burung tersebut justru memberi manfaat ekologis. Mereka memangsa serangga kecil dan organisme pengganggu tanaman, sehingga membantu pengendalian hama secara alami di sawah dan perkebunan.

BBKSDA menegaskan bahwa aktivitas perburuan liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan memutus rantai migrasi satwa lintas benua.

Selain berdampak ekologis, tindakan menangkap atau memperjualbelikan burung migran dapat dikenai sanksi hukum sesuai peraturan konservasi sumber daya alam hayati.

Fenomena migrasi burung ini menjadi penanda bahwa lingkungan di Kediri masih relatif terjaga.

BBKSDA berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga kelestarian alam agar peristiwa alam lintas benua ini tetap berlangsung dan memberi manfaat bagi generasi mendatang. (kim)

9

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini