Pelaku, Fauzan (50) dikepung warga dan polisi di dalam masjid usai menusuk orang tuanya KH Ilyas dan Supriati (65). Foto inset: pelaku penusukan, Fauzan.

Bongkah.id – Sepasang suami istri baya di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur,  ditusuk anak kandungnya. Korban KH Ilyas (70) merupakan kyai di desanya.

Penusukan terjadi ketika KH Ilyas berada di dalam masjid, Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penag, Sampang, Jumat (22/10/2021) siang. Tiba-tiba, pelaku Fauzan (50) menyerang korban secara membabi-buta dengan menggunakan pisau.

ads

Menurut keterangan warga, korban sempat menghindar dan menangkis serangan pelaku, tetapi pelaku terus menghujamkan pisaunya. Ibu pelaku, Supriati (65), yang datang bersama warga untuk melerai dan meredam suasana, tapi malah ikut terkena tusukan.

Polisi yang mendapat laporan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan disuguhi pemandangan miris dimana Fauzan nampak masih menancapkan pisau di wajah korban. Petugas kemudian mencoba bernegosiasi dengan pelaku.

“Kita dapat laporan, langsung ke TKP. Dia (Fauzan) menusuk orang tuanya. Pelaku membawa pisau yang sudah nancap itu (di korban),” kata Kapolsek Karang Penang Iptu Slamet, Sabtu (23/10/2021).

Setelah melalui negosiasi singkat, polisi akhirnya mengamankan pelaku. Informasinya, tindakan Fauzan yang mengamuk dan menyerang orang tua kandungnya karena menderita ganggungan jiwa.

“Kata warga dia ODGJ, dulu juga pernah ngamuk, tapi gak sampai menyakiti orang. Kita lihat, kalau memang ODGJ, kita rujuk ke RSJ Menur, kalau ternyata tidak, ya diproses hukum. Kemarin sudah dibawa ke Puskesmas, lalu disarankan ke psikiater di Malang. Tapi karena kondisinya masih belum stabil, masih di Polres Sampang,” terangnya.

Sementara dua korban mengalami luka parah sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit. KH Ilyas menderita tujuh tusukan antara lain di wajah, leher dan tangan. Sedangkan istrinya, Supriati menderita empat tusukan di bagian belakang tubuhnya.

“Korban masih dirawat di rumah sakit, kondisinya mulai stabil,” ujar Slamet. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini