Ilustrasi foto tenaga medis penanganan pasien virus corona di RS.

Bongkah.id – Dua dokter yang juga pasangan suami istri di Kota Surabaya terinfeksi virus corona (Covid-19). Sang suami, dr Boedhi Harsono meninggal dunia dan istrinya dr Theresia Muktiwidjojo dalam kondisi kritis sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Pahlawan.

Kabar duka ini dikonfirmasi melalui official akun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Instagram, Rabu (20/5/2020).

“Infonya beliau (dr Bodehi) positif Covid-19,” kata Sutrisno, saat dikonfirmasi, Rabu pagi (20/05/2020).

Sutrisno mengatakan dr Boedhi meninggal saat tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Menurutnya, Boedhi juga menderita penyakit lain. Selain itu, usia almarhum lebih dari 60 tahun.

“Sementara istrinya (dr Theresia Muktiwidjojo) masih kritis sedang dirawat di rumah sakit di Surabaya,” ujarnya.

Theresia merupakan dokter spesialis jantung yang bertugas di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya.

Sebelumnya, seorang perawat Rumah Sakit (RS) Royal Surabaya yang sedang hamil, Ari Puspita Sari meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Ari mengembuskan napas terakhir pada Senin (18/05/2020), setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSAL dr Ramelan.

“Informasinya meninggal sekitar pukul 10.50. Kita perwakilan RS Royal sudah ke RSAL. Meninggalnya di RSAL, kami sudah ke sana bentuk perwakilan RS Royal,” kata Jubir Covid-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya.

Sebelum dirujuk ke RSAL Ramelan, almarhum sempat dirawat di salah satu ruangan di RS Royal selama

3 hingga 4 hari. Namun, kondisi Ari makin parah. Ia pun dirujuk ke RSAL dr Ramelan pada Sabtu (16/05/2020).

Dewa menyatakan, Ari diperkirakan mulai terjangkit corona sejak sepekan lalu. Saat itu yang bersangkutan mengeluh sakit.

“Pemeriksaan awal menunjukkan gejala klinisnya mengarah pada Covid-19,” ucap Dewa.

Kendati demikian, informasi penyebab meninggalnya Ari secara pasti masih belum diketahui. Pasalnya, hal itu merupakan wewenang RSAL yang melakukan perawatan.

“Kalau itu dari informasi medis, kalau saya rasa benar dan tidaknya mestinya dari RSAL yang menjelaskan. Dari kita memang dugaan ke arah sana [Covid-19] secara klinis,” ungkap Dewa.

Lebih lanjut, Dewa mengatakan, Ari merupakan seorang perawat di RS Royal. Namun, almarhum yang bersangkutan bukan petugas yang bekerja melakukan penanganan pasien Covid-19. Perawat yang di luar tim corona. Ini karena Ari tengah dalam kondisi hamil. Ini sesuai protokol tim Covid-19, bahwa perawat yang mengandung tak diperkenankan bertugas melakukan penanganan pasien corona.

Lebih lanjut ditambahkan Dewa, bahwa dia tak tahu awal Ari terpapar virus corona itu, karena yang bersangkutan tak bertugas di ruang Isolasi. Dugaan sementara almarhum bisa saja terinfeksi di tempat kerja atau di tempat lain. Namun, dapat juga di tempat lain.

“Macam-macam. Dari rumah bisa, risiko kerjaan bisa, kita nggak bisa menduga-duga,” katanya.

Saat ini, Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya tengah melakukan penelusuran terkait dugaan awal penularan corona, yang dialami Ari. Proses tracing dilakukan tim medis dari Dinkes sebagaimana jobdis yang sudah ditetapkan Dinkes Jatim.

Jenazah Ari pun kini telah dimakamkan Tim RSAL dr Ramelan Surabaya. Dengan protokol pemakaman yang berlaku untuk pasien Covid-19. “Yang memakamkan pihak RSAL karena protokolnya kan begitu kita mendampingi saja melihat dari jauh,” ujarnya. (ima/bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here