ALMARHUM H. Abu Bakar Yarbo yang tak pernah lupa berkelakar dan bercerita tentang kisah-kisah yang lucu dan menggelitik. Aby selalu berusaha membuat teman-teman untuk selalu tertawa dan tersenyum. Selamat jalan sahabatku, Aby. (dok. keluarga)

bongkah.id – Dunia jurnalistik Jawa Timur kembali berduka. Hanya selang tiga hari, setelah wafatnya fotografer senior Yuyung Abdi akibat terinfeksi virus Covid-19, menyusul kabar berkabung wafatnya wartawan senior Abu Bakar Yarbo yang juga terinfeksi virus Covid-19, Jumat (19/2/2021) pukul 19.15 WIB. Dan, dimakamkan sekitar pukul 24.00 WIB dengan protokol Covid-19 di Pemakaman Umum Magersari.

Kabar duka disampaikan oleh sahabat karib Aby, Ferry Is Mirza melalui grup whatsapp PWI Jawa Timur. Pria yang karib dipanggil Kaji Fim itu mendapatkan kabar dari putra tunggal Aby, Faiz Yarbo. Faiz lulusan Stikosa-AWS mengikuti jejak karir ayahnya sebagai jurnalis.

Dalam kalangan jurnalis senior, Abu Bakar Yarbo karib dipanggil Aby. Panggilan itu kemudian menjadi kode setiap menulis artikel dalam Profil Magazine (Pro-M) yang didirikan bersama dua sohibnya, Prima sp Vardhana dan Jefri Yus. Sebelumnya, Aby adalah wartawan senior harian Memorandum Surabaya. Harian kriminal yang didirikan Almarhum H. Agil H. Ali, yang juga masih famili dengan Aby.

Kabar yang disampaikan Faiz sebagaimana dikutip Kaji Fim, Aby wafat setelah dirawat sekitar satu minggu di rumah sakit, karena positif Covid-19. Almarhum yang pengurus PWI Jawa Timur. Juga, pengurus KONI Jawa Timur itu positif terjangkit Covid-19, setelah minggu lalu mengikuti rombongan KONI Jatim berkunjung ke Papua. Meninjau kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 yang rencananya akan dihelat di Papua 2021 ini. Setelah sebelumnya batal digelar pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sejak Maret 2020.

ALMARHUM Abu Bakar Yarbo saat bersalaman dengan H. Imam Utomo setelah pelantikan menjabat Gubernur Jatim yag kedua kalinya berpasangan dengan H. Soenarjo, 23 Agustus 2003. (dok. keluarga)

Dalam rombongan yang dipimpin Ketua Umum KONI Jatim H. Erlangga Satriagung itu, beberapa pengurus sudah terkonfirmasi positif Covid-19 saat berada di Jayapura. Namun, Aby sendiri terkonfirmasi negatif.

Sepulang dari Jayapura, Aby dan rombongan melalukan tes lagi. Ironisnya dalam tes tersebut, ternyata Aby terkonfirmasi postif. Status sama juga diderita pengurus lain yang terkonfirmasi positif saat di Jayapura. Dengan status tersebut, Aby langsung dirujuk ke rumah sakit. Sementara pengurus lain yang positif tanpa gejala melakukan isolasi mandiri.

Selama dirawat di rumah sakit, Aby masih aktif berkomunikasi dengan teman-teman sesama jurnalis melalui grup whatsapp PWI Jawa Timur. Tidak hanya itu, Aby juga memposting fotonya di media sosial. Memohon doa dari teman-temannya. Terakhir Aby masih memposting foto dengan memakai ventilator dan tangannya diinfus, 16 Februari 2021.

Tahun 1988 merupakan awal kali Aby merantau ke Surabaya. Untuk bergabung dengan Harian Memorandum. Bersama dengan beberapa kerabat sekampungnya, pria kelahiran Sulawesi Utara ini dibina oleh H. Agil H. Ali, sehingga berkembang menjadi wartawan yang tangguh.

Selama karirnya Aby dikenal sebagai wartawan politik. Dia melakukan liputan di pemerintahan Provinsi Jatim. Aby dikenal dekat dengan mantan gubernur Jatim Imam Utomo. Karena itu, dia menjadi wartawan politik yang rutin berdiskusi dengan Imam Utomo.

Kepribadian Aby yang ramah dan mudah bergaul membuatnya sangat populer di lingkungan pergaulan. Selain bergaul dengan kalangan jurnalis, Aby juga bergaul dengan semua kalangan mulai dari politisi, birokrat, sampai ke atlet olahraga.

Aby mempunyai hobi menyanyi. Pun merangsangnya mendirikan sebuah klub sosial bersama sahabat-sahabatnya yang sering berkumpul di Hotel Elmi. Tahun lalu Aby mengadakan reuni Elmi Connection di rumahnya di Magersari Sidoarjo, dihadiri puluhan sahabat-sahabatnya.

Hobi lainnya adalah kemaniakannya makan duren. Setiap kali traveling ke luar daerah untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengurus KONI Jatim, tak lupa dia akan mampir ke pangkalan penjualan duren yang ada di daerah tersebut. Pun saat dia tidak tugas. Karena itu, Almarhum sering mengunggah foto ketika menikmari duren.

Keistimewaan karakternya yang selalu menjadi kenangan para kolega, teman, dan sahabatnya adalah sikap setia kawannya. Dia juga seorang pemaaf, sebelum dia dimintai maaf oleh pelaku kesalahan. Pun sosok yang tidak pernah marah kepada kawan.

Selamat jalan, Aby. InshaAllah panjenengan Husnul Khotimah. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here