KETUA Umum DPP Partai Gerindra H. Prabowo Subianto telah menyusun kepengurusan periode 2020-2025. Mantan Pangkostrad ini akan didampingi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Harian dan Ahmad Muzani sebagai Sekjen DPP. Kepngurusan iru sudah disahkan Menkumham Yasonna Laoly.

bongkah.id – Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly telah mengesahkan kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025. Dalam Surat Keputusan Menkumham Nomor N.MH-18.HH.11.01/2020 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Gerindra, tersurat Prabowo Subianto tetap menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Dalam mengelola Dewan Pembina Partai, Prabowo didampingi sepuluh Wakil Ketua Dewan Pembina. Yang terdiri dari Rahmawati Soekarnoputri, Hashim Suyono Djojohadikusumo, Sandiaga Salahudin Uno, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Edhie Prabowo, Fadli Zon, Desmon Djunaedi Mahesa, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, dan Angki Retno Djudianti Djokosantoso. Sementara Sugiono dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Pembina. Dia didampingi Prasetyo Hadi sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pembina.

Sedangkan dalam kapasitas  sebagai Ketua Umum DPP, mantan Pangkostrad itu didampingi Ketua Harian Sufmi Dasco, Wakil Ketua Harian Sugiono, Sekjen Ahmad Muzani, dan Bendahara Umum Thomas Djiwandono.

“Berdasar AD/ART Partai Gerindra, posisi Ketua Dewan Pembina tetap memiliki kekuasaan yang besar. Memiliki hak prerogatif dalam mengambil kebijakan-keijakan internal dan eksternal partai,” kata Ahmad Muzani dalam keterangan pers partai berlambang kepala garuda itu, Sabtu (19/9/2020).

Kongres Luar Biasa ( KLB) Partai Gerindra di Bogor, Jawa Barat pada 8 Agustus silam, menurut dia, telah menampung banyak aspirasi berbagai lapisan masyarakat. Para kader bersemangat untuk berpartisipasi dan berjuang bersama Prabowo Subianto. Ironisnya penyusunan kepengurusan periode 2020-2025 dibatasi oleh waktu. Hanya sebulan.

Selain itu, jumlah pengurusnya juga dibatasi. Jumlah kepengurusan tidak boleh terlalu gemuk. Demikian pula tidak boleh terlalu ramping. Jumlah anggota kepengurusan periode 2020-2025, antara lain Dewan Pembina berjumlah 89 orang, Dewan Penasihat berjumlah 48 orang, Dewan Pakar berjumlah 43 orang, dan Dewan Pimpinan Pusat berjumlah 292 orang. Dari jumlah tersebut pengurus laki-laki sebanyak 194 orang (66,44 persen). Pengurus perempuan berjumlah 98 orang (33,56 persen).

“Jumlah pengurus baru itu telah melampaui syarat yang disyaratkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Yakni keterwakilan perempuan minimal 30 persen,” ujarnya.

Posisi Sufmi Dasco sebagai Ketua Harian DPP itu menggantikan Ketua Harian periode sebelumnya, Laksdya TNI (Purn) Moekhlas Sidik. Pada periode sebelumnya, Dasco menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Tidak hanya itu, Sufmi juga didapuk sebagai Wakil Ketua DPR RI mewakili Fraksi Partai Gerindra. Dalam mengelola DPP, Sufmi berduet dengan Sugiono yang dipercaya menjabat Wakil Ketua Harian.

Sebagai informasi, Partai Gerindra menggelar KLB di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8). Dalam KLB tersebut, Prabowo kembali terpilih sebagai Ketua Umum DPP untuk periode 2020-2025. Usai kongres, seluruh pejabat di Gerindra demisioner. Hanya tersisa Prabowo dan Muzani. Selanjutnya Prabowo menjadi formatur tunggal. Wewenang penuh dalam memilih dan merekrut nama-nama pejabat Gerindra di periode lima tahun ke depan.

Kepengurusan Gerindra sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya Arief Poyuono membawa nama Gerindra dalam sejumlah perdebatan publik di media konvensional ataupun media sosial. Padahal pasca KLB, kepengurusan periode 2015-2020 dalam status demisioner. Otomatis jabatan wakil Ketua Umum yang disandang Poyuono juga demisioner.

Ironisnya Poyuono bandel. Tetap ngotot masih berstatus Wakil Ketua Umum. Argumentasinya, karena kepengurusan hasil KLB belum disahkan Menkumham. Akibat kebandelannya itu, maka namanya tak lagi mengisi struktur pejabat DPP Gerindra periode 2020-2025. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here