Konser Solidaritas Bersama Jaga Indonesia (Konser SobaJI) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Sabtu (16/05/2020) pukul 20.00 WIB disiarkan secara langsung di enam stasiun televisi nasional, yaitu RCTI, SCTV, Trans7, ANTV, NET dan KompasTV

Bongkah.id – Pendangdut Inul Daratista dan Penyanyi Maia Etianti dipastikan tampil dalam “Konser Solidaritas Bersama Jaga Indonesia” (Konser SobaJI) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sabtu (16/05/2020) pukul 20.00. Konser yang melibatkan puluhan pelantun itu akan disiarkan secara langsung di enam stasiun televisi nasional, yaitu RCTI, SCTV, Trans7, ANTV, NET dan KompasTV.

Konser yang diinisiasi Komunitas Bersama Jaga Indonesia itu tidak hanya sebagai suguhan hiburan bagi masyarakat yang berada di rumah. Konser yang bekerja sama dengan KitaBisa.com itu juga  untuk penggalangan dana terdampak Pandemi Covid-19, khususnya para pelaku di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Hal terpenting adalah memberikan semangat kepada masyarakat luas untuk menghadapi pandemi ini bersama-sama.

Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (14/05/2020) sore, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, dukungan ini merupakan salah satu instrumen hadirnya pemerintah dalam membantu pelaku dan pekerja terdampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 berdampak begitu luar biasa menghantam hampir seluruh bidang sumber kehidupan manusia, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif yang jadi sektor pertama yang paling terdampak COVID-19.

“Dengan disiarkan di beberapa stasiun televisi nasional, harapannya dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, sehingga pesan dan imbauan yang disampaikan dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat,” kata mantan Big Bos Net TV ini.

Dalam konser tersebut akan ada puluhan artis dan tokoh yang bergantian tampil dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Puluhan artis tersebut diantaranya Erwin Gutawa Orchestra, Yovie Widianto, GIGI, Radja, Rossa, Andien, Via Vallen, Inul Daratista, Dira Sugandi, Yura Yunita, Tompi, Sandhy Sondoro, Iwa K, Afgan, Rizky Febian, Arsy Widianto, Rizki & Ridho, Andre Taulany, Sule, Andhika Pratama, Gading Marten, Baim Wong, Maia Estianty, dan masih banyak lagi lainnya.

“Puluhan artis dan tokoh akan bergantian tampil memberikan penampilan istimewa mereka yang sudah dirancang dengan kreatif dan menarik. Ini adalah bentuk solidaritas untuk bersama-sama, berbagi, bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

BERLAKU ADIL

Sementara ditempat terpisah Ketua Umum Ketua Umum Pijar 98 Sulaiman Haikal 98 Sulaiman Haikal meminta agar Menteri Wishnutama berlaku adil terkait Konser SoBaJI tersebut. Konser yang bertujuan menggalang dana itu dilakukan tanpa mengganggu anggaran Kemenparekraf.

Kalau saja harus menggunakan anggaran  Kemenparekraf, maka keijakan menggelar konser itu tidak berlaku adil. Juga, menciderai mayoritas seniman lain yang tak kebagian dan harus berjuang bangkit dari krisis.

Sebaliknya Pijak 98 akan memberikan apresiasi tinggi bilamana konser dilakukan melalui mekanisme CSR stasiun TV swasta. Demikian pula kerelaan dari para pengisi acara untuk tidak dibayar.

“Kita tahu untuk membayar airtime TV itu berapa duit, belum membayar penyanyi papan atas yang akan tampil. Karena itu saya sangat mengapresiasi jika konser tersebut dilakukan tanpa membebani kas negara,” katanya.

Kesangsian Haikal itu bermula dari petunjuk teknis mengenai program pentas di rumah yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf, untuk Konser SoBaJI tersebut. Dalam program itu, seniman diminta mendaftar.

Bagi seniman perorangan diberikan apresiasi sebesar Rp500 ribu, sementara seniman kelompok mendapatkan Rp1 juta, untuk 100 penampil. Petunjuk teknis itu bentuk apresiasi tersebut sangat tidak layak bagi seniman yang terdampak pandemi. Apalagi jika dibandingkan dengan biaya produksi dan keseharian para seniman.

Belakangan di situs Change.org muncul petisi kepada Menteri Wishnutama dari para pekerja seni dan panggung yang meminta agar menteri muda itu memberikan perhatian kepada mereka. “Sejak diberlakukan social distancing dan PSBB, kami praktis tak lagi bekerja,” kata Joko Nugroho, inisiator petisi.

Sementara Wishnutama pada 16 April lalu menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana BLT bagi pekerja seni. Adapun nominal bantuan belum dipastikan karena masih menunggu persetujuan Kementrian Keuangan. Namun ia memastikan bahwa BLT tersebut diambil dari program realokasi anggaran Kemeparekraf sebesar Rp250 triliun.

“Yang masih membutuhkan persetujuan Menkeu (Sri Mulyani Indrawati), program ketahanan usaha dan bantuan langsung kepada para pelaku ekonomi kreatif. Ini kami targetkan bisa dilakukan dengan anggaran kami,” ungkapnya. (ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here