bongkah.id – Angin Ramadan mulai terasa hangat bagi aparatur negara. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan kabar gembira: pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, Polri, serta para pensiunan.
Kabar ini disampaikan Purbaya dalam paparannya di acara Indonesian Economic Outlook yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
“Di awal-awal puasa kita harapkan THR sudah bisa kita salurkan,” kata Purbaya, menegaskan target pencairan meski belum menetapkan tanggal pasti penyalurannya.
Anggaran Rp55 triliun untuk THR ini tercantum dalam proyeksi belanja negara kuartal I 2026, yang mencapai Rp809 triliun, naik signifikan dibanding alokasi THR tahun lalu sebesar Rp49,9 triliun.
Kenaikan ini mencerminkan perhatian pemerintah untuk menjaga daya beli aparatur di tengah kebutuhan Ramadan.
Pada 2025, pemerintah menyalurkan THR kepada sekitar 9,4 juta aparatur negara, mulai dari ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hakim, hingga prajurit TNI-Polri dan pensiunan, sebagaimana kebijakan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto.
Komponen THR mencakup gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja sebesar 100 persen bagi ASN pusat, prajurit TNI-Polri, dan hakim.
Sementara ASN daerah menerima skema serupa, disesuaikan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Pensiunan memperoleh THR setara dengan uang pensiun bulanan mereka.
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Ramadan, kabar ini hadir sebagai angin segar.
Bagi jutaan aparatur negara dan pensiunan, THR bukan sekadar uang, melainkan upaya pemerintah menjaga semangat dan kesejahteraan mereka, sekaligus menyemai ketenangan menjelang bulan suci. (anto)




























