bongkah.id — Jumat (9/1/2026) pagi di Panti Griya Werda Surabaya terasa berbeda. Di antara senyum para lansia dan langkah pelan yang menyusuri lorong panti, suasana Natal masih hangat terasa. Bukan hanya karena hiasan sederhana atau doa yang dipanjatkan, tetapi juga karena kehadiran mereka yang datang membawa kepedulian.
Polda Jawa Timur bersama TNI, instansi terkait, dan elemen masyarakat menggelar bakti sosial dalam rangka Natal 2025, dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi momen berbagi sekaligus ruang perjumpaan yang penuh empati.
Di halaman panti, jajaran TNI-Polri tampak bahu-membahu menyerahkan bantuan. Tak sekadar formalitas, percakapan ringan dan sapaan hangat mengiringi penyaluran bantuan. Sentuhan kecil itu menjadi pengingat bahwa negara hadir bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat perhatian yang nyata.
Bakti sosial ini tak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan juga upaya merawat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Jawa Timur. Natal menjadi titik temu nilai kemanusiaan, tempat solidaritas lintas sektor dan lintas iman bertumbuh.
Karoops Polda Jatim, Brigjen Pol. Jimmy Agustinus Anes, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
“Bakti sosial ini kami laksanakan sebagai wujud kepedulian TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di Jawa Timur,” katanya.
Ia berharap, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat dapat terus terjaga, tidak hanya saat perayaan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan TNI-Polri dengan masyarakat semakin solid, sehingga situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkas Brigjen Jimmy.
Di Panti Griya Werda, bantuan yang disalurkan mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun, rasa diperhatikan dan dihargai itulah yang tinggal lebih lama, menguatkan makna Natal sebagai perayaan kasih yang hidup dalam tindakan. (anto)


























