Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebabkan tiga orang meninggal dunia, 150 rumah terendam dan ribuan warga terdampak.

Bongkah.id – Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Jember, Provinsi Jawa Timur, Minggu (9/1/2022) menelan tiga korban jiwa. Sementara ribuan orang terdampak banjir yang merendam sedikitnya 150 rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan, tiga korban meninggal dunia usai terseret arus Sungai Permisen, Desa Kemiri, Kecamatan Panti. Ketiganya yakni Sirat (50) warga Desa Kemiri, Jamaluddin (54) warga Desa Suci, dan Suliha (47) warga Desa Kemiri.

ads

BPBD Jember bersama BPBD Jatim terus melakukan asesmen untuk menyimpulkan penyebab terjadinya banjir di Jember. Dugaan sementara, banjir disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai akibat tumpukan kayu dan bambu.

“BPBD Jember dan Jatim masih melakukan asesmen untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya banjir. Tapi dari yang terlihat kasat mata, dugaan sementara adalah penyumbatan aliran sungai akibat tumpukan kayu dan bambu,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria, Senin (10/1/2022).

Menurut Penta, banjir terjadi akibat meluapnya aliran sungai Dinoyo dan Semangir. Hulu sungai ini berada di lereng Pengunungan Argopuro di Kecamatan Panti.

“Saat terjadi hujan kemarin, debit air naik. Permukaan sungai yang naik membawa tumpukan kayu dan bambu yang ada di tepi sungai. Juga sampah lainnya,” ujarnya.

Banjir mengakibatkan setidaknya 150 rumah terendam, 440 KK atau 1.668 jiwa terdampak. Namun BPBD tidak mendirikan tempat pengungsian.

“Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam pernyataan resminya.

Laporan BPBD menyebutkan tujuh wilayah terdampak di tiga kecamatan yaitu Kelurahan Kaliwates, Sempusari dan Mangli di Kecamatan Kaliwates, Desa Rambipuji dan Ramigundam di Kecamatan Rambipuji serta Desa Kemiri dan Suci di Kecamatan Panti.

Petugas gabungan yang di bawah koordinasi Basarnas masih memastikan korban hilang dengan upaya pencarian. Sementara itu, banjir yang telah surut menyisakan sampah dan lumpur yang terbawa oleh banjir pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB tersebut.

Petugas BPBD yang dibantu warga masih melakukan pembersihan material yang akibat banjir. Warga terlihat membersihkan rumah maupun membantu untuk pembersihan fasilitas umum terdampak. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini