Presiden Jokowi kunker ke Kalteng meninjau Food Estate hari ini. (Dok. Biro Setpres)
bongkah.id – Kalau saja agenda demo para buruh dan mahasiswa tak berubah. Demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Istana Negara, Kamis (8/10/2020). Maka suara orasi mereka yang diteriakkan dengan pengeras suara, dipastikan tidak didengar langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hanya diketahui lewat media dan laporan para menteri. Juga kaum intelijen.

Ini terjadi, karena mantan Wali Kota Solo itu, hari ini dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Meninjau program Food Estate. Jokowi terbang dari Yogyakarta.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin mengklaim agenda kunjungan kerja Jokowi itu sudah dijadwalkan telah lama. Tidak berhubungan dengan aksi demo. “Agenda presiden untuk Food Estate sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan aksi besok,” katanya, Rabu (7/10).

Bey menjelaskan. Kunjungan Jokowi terkait dengan ketahanan pangan yang diberikan peringatan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) di tengah pandemi. Karena itu, Jokowi memutuskan meninjau lokasi langsung ke daerah.

Sehari sebelumnya, Jokowi menggelar rapat tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor. Setelah itu, Jokowi menuju Solo, usai mendarat di Yogyakarta pada Rabu sore. “Presiden full agenda intern di Istana Bogor mengadakan rapat intern. Sorenya ke Solo. Agenda presiden adalah nyekar ke makam ibunda beliau,” ujarnya.

Sementara itu, hari ini buruh akan menggelar demonstrasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10) mulai pukul 10.00. Demo ini digelar sebagai bentuk penolakan pengesahan terhadap Undang-undang Cipta Kerja alias Omnibus Law. Undang-Undang yang dinilai banyak mengebiri hak-hak buruh. Dan, memberi kesempatan pengusaha berlaku sewenang-wenang terhadap buruh.

Tak hanya buruh, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga bakal melakukan aksi menolak pengesahan RUU Ciptaker di depan Istana Negara, Jakarta. Rencananya aksi akan dimulai pukul 10.00 WIB. Pun rencananya diikuti mahasiswa dari 300 universitas.

Aksi demo ini merupakan buntut penolakan RUU Ciptaker yang telah diketok palu oleh DPR beberapa waktu lalu. Pengesahan RUU Ciptaker dianggap merugikan masyarakat, terutama buruh dan dilakukan dalam wakktu yang singkat. Karenanya, penolakan terjadi di sejumlah daerah. Aksi serupa akan dilakukan di Bandung, Tangerang, Bekasi, Subang, Cimahi, Surabaya, dan sejumlah kota lainnya. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here