Disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di salah satu pasar tradisional di Salatiga, Jawa Tengah ini, patut menjadi percontohan untuk menghentikan penyebaran corona, khususnya di klaster pasar tradisional.

Bongkah.id – Virus Corona (Covid-19) di klaster Pasar Tradisional telah menginfeksi 833 orang sampai 4 Juli 2020. Jumlah itu tersebar di 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kota.

Jumlah 833 pedagang tersebut setelah ada penambahan pada 4 Juli sebanyak 65 kasus positif tersebar di 21 pasar. Sementara 35 orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19.

DKI Jakarta menjadi daerah dengan kasus positif terbanyak di klaster pasar, totalnya  217 kasus dari 37 pasar. Sedangkan kasus positif terbanyak masih tercatat pada Pasar Raya Padang di Sumatera Barat yakni 113 orang pedagang.

Disusul Pasar Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan kasus positif mencapai 50 orang. Lalu Pasar Kramat Jati Jakarta Timur di urutan ketiga besar dengan total pedagang terjangkit Corona sebesar 49 orang.

“Dengan begitu kasus positif pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 dan 35 pedagang meninggal dunia,” kata Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib melalui keterangan tertulisnya, Minggu (5/7/2020).

Dari data tersebut, DPP IKAPPI menilai, banyak hal terkait disiplin penerapan protokol kesehatan yang perlu dievalusi bersama. Bukan hanya oleh pemerintah daerah, evaluasi juga harus dilakukan para pedagang pasar.

“Namun memang peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini,” kata Najib.

Menurutnya, pencegahan terhadap Covid-19 itu merupakan kunci untuk memutus rantai penyebaran virus, terlepas dari berpihak atau tidaknya negara terhadap keberlangsungan pasar tradisional dan perekonomian para pedagang.

Ia mengungkapkan, data 164 pasar yang terinfeksi corona dari 500-an pasar yang sudah di-tracing itu sebenarnya sangat kecil dibanding jumlah keseluruhan di Indonesia sebanyak 14 ribu. Sehingga ada kemungkinan angka kasus positif dari klaster tersebut jauh lebih besar.

“Tetapi paling tidak, lebih maksimal lagi jika rapid test dan swab test dipadukan dengan upaya memutus rantai penyebaran virusnya dengan meningkatkan kedisiplinan pedagang dan pengunjung menerapkan protokol pencegahan,” tegasnya.

Upaya berikutnya yang tak kalah penting, lanjut Najib, adalah menggencarkan sosialisasi pentingnya penggunaan masker dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Pihaknya meminta, pedagang harus dilibatkan dalam penentuan segala kebijakan pemerintah daerah.

“Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah daerah,” tutupnya. (bid)

Berikut daftar lengkap 164 pasar klaster Covid-19 se-Indonesia:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here