Petugas Dishub Sidoarjo sedang benahi lampu penerangan jalan umum (PJU).

bongkah.id – Untuk menjaga lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sidoarjo terjaga terang, ada kerja senyap yang berlangsung tanpa henti.

Adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo yang dihadapkan pada derasnya laporan masyarakat.

ads

“Dalam sehari saja, tak kurang dari 25 titik kerusakan harus ditangani. Jika ditarik dalam hitungan bulan, jumlah pengaduan bisa menembus angka 700 laporan,” kata Budi Basuki, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, ketika dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Angka yang tidak kecil untuk ditangani oleh sumber daya yang terbatas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjut Budi, Dishub mengerahkan lima unit skylift yang beroperasi dalam dua shift pada pagi dan malam.

Menurutnya, dua unit bekerja saat siang, sementara tiga lainnya menyisir jalanan saat malam tiba.

Setiap kendaraan, katanya, diisi oleh empat personel dengan peran masing-masing, mulai dari pengemudi yang juga mengatur lalu lintas, teknisi yang naik ke ketinggian, hingga petugas pendukung di lapangan.

Sistem kerja yang dibangun Dishub membuat tim bergerak secara mobile, berpindah dari satu titik ke titik lain sesuai laporan yang masuk.

Namun konsekuensinya, waktu untuk patroli rutin pun kerap terpangkas. Fokus utama kini adalah merespons keluhan warga secepat mungkin.

Meski beban kerja tinggi, peran masyarakat justru menjadi bagian penting dalam sistem ini. Laporan warga dianggap sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan.

Namun di sisi lain, muncul pula tantangan berupa laporan ganda. Satu titik kerusakan kerap dilaporkan oleh beberapa orang dalam waktu yang hampir bersamaan, bahkan sebelum sempat diperbaiki.

Dalam praktiknya, satu hari kerja rata-rata mencakup perbaikan sekitar 13 panel dan 10 titik lampu.

Perbaikan panel menjadi krusial karena satu panel dapat menyuplai listrik ke 10 hingga 15 lampu sekaligus. Artinya, ketika satu panel bermasalah, satu ruas jalan bisa langsung gelap total.

Jenis kerusakan yang ditemukan pun beragam, mulai dari lampu yang mati, konektor terbakar, kabel putus akibat tertimpa pohon, hingga gangguan pada kWh meter.

Respons cepat kerap menjadi kunci. Seperti yang terjadi di kawasan Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, di mana lampu yang padam pada malam hari dapat segera diperbaiki tak lama setelah laporan diterima.

Hal serupa juga dilakukan di berbagai titik lain, dari kawasan Taman hingga Krian, menunjukkan luasnya wilayah kerja yang harus dijangkau.

Di tengah keterbatasan personel dan peralatan, Dishub tetap berupaya menjaga komitmen: semua laporan akan ditangani, meski harus dilakukan secara bertahap.

Harapan pun disampaikan kepada masyarakat untuk tetap bersabar, sembari terus berpartisipasi aktif melaporkan setiap temuan PJU padam.

Karena pada akhirnya, terang di jalan-jalan Sidoarjo bukan hanya hasil kerja petugas, tetapi juga buah dari kolaborasi antara pemerintah dan warganya. (anto)

3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini