Photographer : Martin Reinhard

Bongkah.id – Batik tulis khas Jetis, Sidoarjo ada sejak 1675 atau 345 tahun silam. Menurut cerita usaha batik ini ditekuni satu orang yang berasal dari Kerajaan Kediri. Kemudian banyak warga menekuni bahkan menjadi usaha turun temurun untuk menjaga warisan leluhur. Kini usaha batik ini berkembang menjadi ekonomi kreatif di Kabupaten Sidoarjo.

Di Kabupaten Sidoarjo ada kampung batik. Yaitu Kawasan Jetis yang dikenal sebagai Kampoeng Batik Tulis. Batik yang dikenal berwarna mencolok seperti merah, kuning dan hijau memiliki sejumlah motif seperti beras wutah, tebon (bunga tebu), sekardangan, sekar jagat, burung merak dan kembang cemplok.

Para pembatik usianya sebagian besar sudah paruh baya dengan kemampuan menyelesaikan satu hingga tiga lembar dalam sehari. Sedangkan untuk sebuah motif tertentu membutuhkan tiga hari untuk menyelesaikan.

Tahapan yang dikerjakan para pembatik antara lain “nutup” dan “nembok” sebelum akhirnya lembaran kain batik tadi masuk pada proses akhir.

Untuk mendapatkan batik tulis khas Jetis ini, pengunjung bisa mendapatkan di gerai – gerai yang mudah ditemui di sepanjang Kampoeng Batik. Pengunjung juga bisa langsung bertransaksi di rumah para pengerajin yang juga menjadi ruang produksi, sekaligus bisa melihat langsung proses pengerjaannya.

Lokasinya strategis, mudah dijangkau dari berbagai akses masuk Kota Sidoarjo. Untuk menuju Kampoeng Batik, pengunjung bisa dari dua akses masuk. Pertama, dari jalan Diponegoro tepatnya di depan Stasiun Sidoarjo. Kedua, melalui Pasar Jetis di tengah kompleks pertokoan di Jalan Gajah Mada. (rein)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here