Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026.

bongkah.id — Pemerintah mencatat realisasi penerimaan negara sebesar Rp 172,7 triliun sepanjang Januari 2026, tumbuh 9,8 persen secara tahunan dan setara 5,5 persen dari target APBN 2026.

Capaian itu terutama ditopang oleh lonjakan penerimaan pajak sebesar Rp 116,2 triliun, naik sekitar 30,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

ads

Ini menjadi sinyal awal bahwa pemulihan ekonomi semakin kuat di awal tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa angka awal tahun ini menunjukkan “pembalikan arah ekonomi” yang positif dengan hampir seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif. Ia menyebut lonjakan penerimaan pajak mencerminkan pulihnya konsumsi dan investasi domestik.

Purbaya mengatakan, “Kinerja penerimaan negara ini terutama ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi, menunjukkan ekonomi Indonesia memasuki tahun 2026 dalam kondisi yang kuat.”

Ekonom Optimis

Ekonom pun menyambut baik data ini. Diantaranya, Josua Pardede, ekonom senior dari Bank Permata mengatakan,  pertumbuhan realisasi pajak adalah refleksi positif dari daya beli masyarakat dan aktivitas bisnis yang meningkat.

Menurutnya, penerimaan pajak yang kuat memberi ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi domestik beberapa bulan ke depan.

Survei Bank Indonesia juga mencatat lima sektor bisnis utama — termasuk perdagangan, manufaktur, dan jasa — menunjukkan kinerja bisnis yang resilient di akhir 2025, memperkuat sinyal pemulihan ekonomi di awal tahun ini.

Dunia usaha nasional pun optimistis.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada di kisaran 5,0–5,4 persen, dengan konsumsi domestik sebagai penopang utama, terutama di kuartal pertama yang sejalan dengan momentum hari besar keagamaan dan belanja masyarakat.

Ketum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (AMDATARA) menilai prospek sektor industri makanan dan minuman masih tumbuh positif dan memberi kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Lembaga internasional dan otoritas moneter juga memberikan pandangan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh dalam rentang 4,9 sampai 5,7 persen pada 2026, dengan titik tengah di sekitar 5,3 persen, didukung oleh konsumsi dan investasi yang tetap kuat.

Selain itu, sejumlah analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,0 hingga 5,2 persen, menyusul kekuatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor utama pertumbuhan.

Meski proyeksi pertumbuhan global menghadapi ketidakpastian, tren awal penerimaan negara yang kuat dan sinyal positif dari pelaku usaha memberi optimisme bahwa ekonomi domestik dapat bergerak pada lintasan pertumbuhan yang solid sepanjang 2026. (kim)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini