Penutupan jalan di perbatasan Surabaya-Sidoarjo, tepatnya di Jalan Wadung Asri (Sidoarjo) menuju arah Jalan Raya Rungkut Menanggal Surabaya. Arus lalin dialihkan ke Jalan Taman Sari-Jalan IR Soekarno, Surabaya.

Bongkah.id – Sejumlah titik perbatasan Kota Surabaya-Sidoarjo, Jumat (5/6/2020) masih ditutup rapat jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya, Jawa Timur pada 8 Juni 2020 nanti. Petugas menyiapkan rambu penunjuk jalan, water barrier dan barikade jalan untuk pengalihan arus lalu lintas.

Penutupan di antaranya diterapkan di Jalan Wadung Asri (Sidoarjo) menuju arah Jalan Raya Rungkut Menanggal dialihkan ke Jalan Taman Sari-Jalan IR Soekarno, Surabaya. Arus lalin dari dari Jalan Rungkut Industri yang menuju Jalan Raya Rungkut Menanggal dialihkan ke kiri, Jalan Rungkut Kidul atau ke Jalan Zamhuri.

Penutupan jalan karena angka kasus covid-19 di kawasan tersebut tercatat paling tinggi di Kota Surabaya. Apalagi, wilayah ini juga dikenal daerah padat penduduk. Pihaknya berharap penutupan jalan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

“Petugas telah menyiapkan rekayasa arus lalin kendaraan. Dari arah Surabaya yang menuju Sidoarjo diputarbalikkan di depan Giant dan dikembalikan lagi ke arah Jalan IR Soekarno untuk menuju ke arah Sidoarjo,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat dalam release yang diterima bongkah.id, Jumat malam (5/6/2020).

Rencananya, penutupan arus lalin dikawasan tersebut akan diberlakukan sampai berakhirnya penerapan PSBB pada 8 Juni. Sembari menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Sehingga kita sepakat dengan Sidoarjo membatasi pergerakan di sana. Jadi pintu masuknya ke Surabaya nanti semua melalui MERR Gunung Anyar,” ujar Irvan.

Selama penutupan diberlakukan, diharapkan, pengendara bisa memahami dan tak melewati jalan tersebut. Kendati demikian, warga yang tinggal di sekitar lokasi, petugas tetap memperbolehkan mereka untuk melintas.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyampaikan, berdasarkan data Pemkot Surabaya, sekitar 33,81 persen pasien positif Covid-19 di Surabaya ada di wilayah Surabaya Timur. Wilayah itu meliputi Gunung Anyar, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan sekitarnya.

“Dari data itu kita perlu melakukan pembatasan pintu masuk dan pintu keluar dari Surabaya. Sehingga di beberapa pintu masuk perlu dilakukan border,” katanya.

Dengan penutupan jalan ini, ia berharap, upaya itu dapat menurunkan angka pasien positif, seperti pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Selama penutupan jalan berlangsung, di lokasi itu akan dilakukan penjagaan petugas gabungan selama 24 jam. Mereka terdiri dari petugas Dishub, Satpol PP, Linmas, Kepolisian, TNI hingga jajaran kecamatan dan kelurahan. (ima/bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here