
Bongkah.id – Seorang jemaah haji, M Sholichan, asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia. Jenazah warga Desa Kedawong, Kecamatan Diwek itu langsung dimakamkan di tempat pemakaman Soraya, Mekkah.
Plt Kasi Penyelanggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jombang Ilham Rohim membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, jemaah haji atas nama M Sholichan tergabung pada kloter 77.
“Ya informasi yang kami dapatkan dari petugas kloter pak Sholichan meninggal pada Sabtu tanggal 1 Juli, pukul 24.00,’’ kata Ilham, Senin (3/7/2023).
Informasi yang diterima bongkah.id, M Sholichan memang memiliki riwayat penyakit yang cukup serius. Sakitnya diduga kambuh saat yang bersangkutan melaksanakan ibadah haji.
”Penyebab pastinya kami belum dapat konfirmasi. Tapi yang jelas beliau memang memiliki riwayat penyakit diabetes,’’ bebernya.
Saat penyakitnya kambuh, M Sholichan sempat mendapatkan penanganan dari tim kesehatan di Maktab, namun takdir berkata lain, ia meninggal dunia dan dimakamkan di Soraya.
”Ya jadi satu dengan jemaah haji dari seluruh dunia yang meninggal. Tepatnya di pemakaman Soraya,’’ tuturnya.
Terpisah, Imam Fauzi (31) anak kedua dari M Sholichan mengaku kaget saat mendengar ayahnya dinyatakan meninggal pada Sabtu (1/7) lalu.
”Ya sempat kaget, saya mendapat kabar pukul 24.00. Sebelumnya perasaan sudah tidak enak, karena saya sudah lost kontak dengan bapak sejak jam 17.00,’’ ujarnya.
Secara rinci, Imam belum menerima informasi terkait kepastian ayahnya meninggal. Namun, ia mengatakan jika ayahnya sempat mengeluh sesak dan meminta waktu untuk istirahat di Maktab.
”Kalau penyebab pastinya kurang tahu. Namun, kata teman dari saudara saya yang berada satu Maktab dengan ayah, itu karena dehidrasi. Sehingga di infus oleh tim medis,’’ jelas dia.
Sebelumnya, saat melakukan puncak ibadah haji di Arafah, ayahnya diketahui cukup sehat. Dia sempat melakukan panggilan video call bersama ayahnya.
”Ya sangat sehat, dia terlihat semangat menjalani ibadah di Arafah. Kemudian saat sampai di Muzdalifah kami lost kontak, karena HP nya hilang. Kemudian tahu-tahu dapat kabar bapak mendapat infus di Mina,’’ terangnya.
Diketahui, ayahnya berangkat haji berdua bersama ibunya Nur Hasanah (60) Ibunya tersebut, diakui sempat kaget dengan meninggalnya Solichan. ”Ya untuk ibu saya sekarang masih dalam pemulihan, kabarnya hari ini masih di infus,’’ pungkasnya. (ima)
Foto : Petugas saat datangi rumah duka di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten. Senin (3/7/2023).