Petugas Bea Cukai Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan cairan rokok elektrik (vape) yang diproduksi secara ilegal oleh tersangka IS.

Bongkah.id – Bea dan Cukai Sidoarjo, Jawa Timur menggerebek tempat produksi dan penyimpanan cairan rokok elektrik (vape). Petugas menyita cairan vape ilegal senilai Rp 559.590.516.

Kepala KPPBC TMP B Sidoarjo Pantjoro Agung di Sidoarjo, mengatakan, penggerebekan dilakukan di tempat milik IS warga Surabaya. Selama ini, tersangka tidak pernah mendaftarkan hasil produksinya ke Kantor Bea Cukai.

ads

“Petugas menyita sebanyak 14.338 botol HPTL berbagai ukuran sudah dikemas dengan tanpa dilekati pita cukai,” katanya, Selasa (2/11/2021).

Pantjoro mengatakan, hasil produksi disita petugas adalah cairan vape yang siap edar, senilai Rp 559.590.516 dengan kerugian negara diperkirakan Rp 318.966.594.
Menurut dia, kasus ini berhasil diungkap berdasar penyelidikan terhadap promosi dan belanja dalam jaringan pada akun pelaku.

“Dari penelusuran tersebut kami mencoba melakukan transaksi dalam jaringan dengan pelaku. Seiring waktu berjalan, KPPBC TMP B Sidoarjo selain transaksi juga bekerja sama dengan kurir,” terang Pantjoro.

Dari penyelidikan tersebut, petugas Bea Cukai berhasil mengidentifikasi identitas tersangka IS, tempat produksi dan gudang penyimpanan produk vape. Pantjoro menambahkan, pelaku memproduksi cairan rokok elektrik atau HPTL dengan menggunakan bahan campuran cairan kimia, nikotin dan lainnya tanpa dilandasi hasil uji lab.

Cara mencampurnya berdasarkan asumsi perkiraan ukuran, komposisi bahan cairan rokok elektrik tersebut asal-asalan. Pelaku mengaku bisa meracik semua bahan untuk vape, hasil melihat dari YouTube.

“Dalam kasus ini, IS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan penyidikannya sudah berstatus P-21 berdasarkan Surat Kejaksaan Negeri Surabaya. Pasal yang disangkakan antara lain pasal 50 dan atau 54 Undang – Undang Cukai,” katanya.

Sementara itu IS mengaku pekerjaan yang dilakukan ini sudah berjalan 2 tahun lebih. Setiap hari bisa menjual dan meraup keuntungan dari transaksi dalam jaringan sebesar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Keuntungan sebulan bersih bisa sampai sebesar Rp 20 juta dan kadang lebih,” ungkapnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini