KAPOLDA Jatim Irjen Pol. Nico Afinta

bongkah.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari Pemerintah Pusat, semata-mata hanya untuk keselamatan masyarakat. Kebijakan harus dilakukan, karena pertumbuhan angka kasus Covid-19 sudah sangat menghawatirkan. Dalam sepekan terakhir, sudah beberapa kali membuat rekor kasus pasien positif dan kematian pasien.

Demikian Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta seusai upacara Pembinaan Tradisi Polri Hari Bhayangkara ke-75 Tahun 2021 di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (1/7/2021).

ads

Menurut dia, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim akan menindaklanjuti instruksi PPKM Darurat, dengan membentuk PPKM mikro yang sudah ditetapkan. Ini karena sudah ada PPKM yang sudah ditetapkan dengan dua parameter. Yakni indikator permasalahan dan tindakan. Di level tiga dan empat akan ditempatkan anggota di 11 wilayah di Jatim.

Diharapkan, penyelenggaran PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada tanggal 3 sampai 20 Juli itu dapat menangani kasus Covid-19. Namun, kesuksesan program penegakan kesehatan masyarakat tersebut, sangat bergantung pada sikap disiplin dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang digariskan PPKM Darurat.

Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75 itu, Kapolda menyerahkan tumpeng kepada personel Polri termuda. Pun personel yang menjelang masa purnabakti. Juga, penganugerahan penghargaan kepada personel jajaran Polda Jatim, yang berprestasi dalam menjaga kamtibmas di wilayahnya. Demikian penghargaan terhadap satuan kerja (satker) yang memperoleh penilaian terbaik.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada anggota yang sudah bekerja dengan baik, dan semoga akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sedangkan dalam mendukung program sejuta vaksinasi per hari yang dicanangkan pemerintah, dikatakan alumni Akpol 1992 ini, Polda Jatim mendirikan 503 gerai Vaksinasi Presisi di seluruh wilayah Jawa Timur. Targetnya sebanyak 23 ribu orang per hari menerima suntikan vaksin di 503 gerai yang telah didirikan.

“Gerai vaksinasi di Taman Bungkul pada hari Rabu kemarin, berhasil melaksanakan vaksinasi terhadap 250 orang, yang dilakukan oleh 10 tenaga vaksinator dari Biddokkes Polda Jatim. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, saya sangat berterimakasih sekali atas keberhasilan ini,” katanya.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut, menurut dia, dimulai dari tahapan pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksin, hingga observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk percepatan vaksinasi, satu gerai diharapkan dapat memberikan suntikan vaksin terhadap 200 hingga 500 orang.

Karena itu, arek Suroboyo berusia 50 tahun tersebut, menghimbau masyarakat untuk datang di gerai-gerai vaksin yang sudah ada. Pun gerai-gerai yang dimiliki puskesmas. Kesadaran ini merupakan salah satu strategi, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

“Caranya untuk mengikuti program sejuta vaksinasi ini sangat gampang. Anggota masyarakat cukup membawa e-KTP ke gerai-gerai yang ada, mengisi formulir, mengikuti tahap screening pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dapat atau tidak untuk mengikuti vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, perwira tinggi Polri berkarakter humble tersebut, meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengajak tetap menjaga diri, keluarga, dan negara. Cukup dengan patuh dan disiplin protokol kesehatan. Pun aturan-aturan yang ditetapkan dalam pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali. (bid-02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini