Bacawabup Mojokerto dari Partai Kebangkitan Bangsa, Titik Masudah, menanam pohon di Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto sebagai wujud komitmennya membangun ekonomi berbasis pertanian.

Bongkah.id – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Titik Masudah berencana membangun perekonomian masyarakat Kabupaten Mojokerto yang berbasis pertanian. Hal ini demi menjaga ketahanan pangan dan ekologi lingkungan agar bermanfaat tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga bagi generasi masa depan.

Langkah paling dekat untuk mewujudkan rencana tersebut adalah dengan menanami lahan-lahan kosong dengan pohon yang produktif. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh Titik dengan menanam pohon bersama warga di Desa Gembongan Kecamatan Gedeg dan Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Titik, kegiatan semacam ini sangat penting untuk mengembangkan ekonomi masyarakat yang berbasis pertanian. Selain membawa manfaat positif jangka panjang bagi generasi masa depan, yakni kesehatan lingkungan hidup.

“Kalau menanam pohon yang berbuah dan dikelola dengan baik, bisa menghasillkan dan manfaatnya lebih besar. Misalnya untuk wisata petik buah,” cetus Titik dalam bincang santai dengan warga di Desa Gembongan Kecamatan Gedeg dan Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Memang proses penanaman pohon hingga besar dan berbuah membutuhkan waktu, tetapi ini juga demi masa depan anak cucu kita yang juga berhak menikmati udara segar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Titik turut memupuk kepedulian masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Sebab, kedua hal itu sangat menentukan dalam keberlangsungan hidup masyarakat dan alam.

“Ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan, tapi harus pandai mengelolanya. Keduanya harus dikembangkan dan dilestarikan secara seimbang, karena penentu keberlangsungan seluruh makhluk hidup, termasuk kita,” jelas Titik.

Karena itu, Titik mengajak masyarakat untuk selalu memanfaatkan lahan kosong agar ditanami pohon yang produktif dan dikelola dengan baik. Ia pun meminta pemerintah desa untuk memberikan kemudahan, bahkan memfasilitasi warga untuk melakukan kegiatan penanaman semacam ini.

“Itu juga bagian dari tindakan konkrit pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat,” tandas bakal calon Wakil Bupati Mojokerto ini.

Sementara dari sisi pemerintah daerah pun tentu harus melakukan hal yang sama demi memastikan ketahanan pangan masyarakat. Pemda harus membuat kebijakan, program hingga mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengembangkan sektor pertanian dan lingkungan hidup.

Apalagi mayoritas masyarakat Kabupaten Mojokerto bermata pencaharian dari sektor pertanian. Hal ini yang menjadi komitmen Titik sebagai bakal calon bupati pendamping bacabup petahana Pungkasiadi sekaligus menjalankan amanat partainya yang berkomitmen membangun ekonomi berbasis pertanian.

“Kami sangat menaruh perhatian pada sektor pertanian, yang nantinya akan kami berikan pelatihan-pelatihan dan memfasilitasi kegiatan masyarakat dalam pengolahan hasil pertanian, agar hasil panen bisa lebih banyak dari pada dijual mentah,” terang Titik.

Di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020, Titik Masudah berpasangan dengan calon petahana Pungkasiadi. Pasangan ini diusung koalisi PKB, PDIP dan PBB yang memiliki jumlah 20 kursi di DPRD. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here